Sabtu, 27 Januari 2018

Aliran Rasa Game Level 3

Assalammualaikum,

Aliran Rasa game level 3

Membaca review game level ini di grup, jujur membuat saya malu 😓. Kenapa ? Karena sepertinya apa yang telah dikerjakan kemarin sangat jauh panggang dari api. Atau mungkin saya kurang mencerna materi dengan baik kali ya 🤦‍♀️. 

Klo boleh mereview, Naira sebetulnya adalah anak yang lumayan berpotensi. Baik dari segi kecerdasan intelektual maupun spiritual. Hal ini terlihat dari keantusiasannya dalam berkreasi, terutama yang berhubungan dengan seni, ataupun dalam menghafal doa dan surat2x pendek Al Qur'an. Namun yang sering menjadi penghambat adalah faktor M atau malas 🤦‍♀️. Hal ini yang membuatnya mudah putus asa bila menemui sedikit hambatan di tengah jalan. Begitu juga dengan masalah emosi. Ia masih sering tantrum apalagi bila dalam kondisi lelah atau kurang istirahat.

Masih banyak PRnya, semoga di tantangan berikutnya kami bisa lebih baik lagi, amin


Jatibening jam 11 malam
Dian Meridha Giza

Sabtu, 13 Januari 2018

Mengenal Bahan Kue Tape

Assalammualaikum,

Tantangan hari 10 game level 3

Tantangan hari ini kembali lagi kepada kecerdasan intelekual. Kenapa ? Kebetulan sepanjanh hari ini saya membuat kue untuk camilan anak2x. Pagi hari sampai siang dimulai dengan bakpao yang cukup menguras waktu. Malamnya membuat prol tape untuk arisan besok minggu. Kemudian terpikirlah untuk mengajak Naira membantu membuat kue, demi membangkitkan keingin tauannya mengenal dunia perdapuran, terutama kegiatan memasak, selain itu juga karena dia memang sangat suka main masak2x-an dan selalu minta diajak klo saya sedang membuat kue. Akhirnya saya menyuruhnya untuk membantu pada saat malam hari yang membuat prol tape.

Saya kenalkan bahan2x-nya mulai dari tape, telur, susu, margarin, gula, garam dan keju. Cukup excited apalagi ketika saya menyuruhnya untuk memasukkan bahan2x tersebut. Sayangnya ditengah jalan konsentrasinya terganggu oleh ajakan adiknya yang sedang di setelkan video tarian wayang oleh papanya. Setelah bolak balik galau akhirnya dia menyerah dan lebih memilih nonton dengan adiknya. Dan pesta pun bubar kemudian 😬. 


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

#tantangan_hari_ke_10
#kelasbundasayangiip3
#game_level_3
#aku_bisa_mengenal_bahankue 

Jumat, 12 Januari 2018

Mengenal "Mubazir"

Assaammualikum,

Tantangan hari 9 game level 3

Mubazir. Sebenarnya sudah sering saya membahas hal ini dengan anak2x, terutama Naira. Namun kali ini kembali saya ingin menekankan sekali lagi, terutama terkait dengan kebiasaan2x mereka yang kerap kali bikin gemes bin gemezzzzz 😬.

Dalam kegiatan mandi sore, seperti biasa Naira dan adiknya selalu saja bercanda dan bermain sesuka2xnya 🤦‍♀️. Pun termasuk bermain air tentunya. Mandi sore disertai dengan Naira yang menyemprotkan ait dari shower ke dalam bak mandi, yang katanya bertujuan untuk mengisi bak tersebut. Padahal kondisi bak sudahla penuh 😔. Dengan kesal bin mencoba untuk menaham emosi, saya memberitahu mereka, khusunya Naira, bahwa janganlah suka membuang2x air seperti itu, karena termasuk perbuatan mubazir, dan Allah tidak senang kepada orang2x yang suka mubazir ataupun menghambur2xkan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Lagipula masih banyak orang2x hang tidak bisa memakai air bersih seperti layaknya kita. Saya juga mengingatkan kondisi waktu kami camping kemarin, dimana semua kegiatan seperti mandi, masak, mencuci piring bekas makan.

Naira hanya diam saja, entah mengerti atau kesal di bilangi seperti itu 😂. Mudah2x walau pelan tapi pasti bisa berubah menjadinkebih baik.

Dian Meridha Giza

#Tantangan_hari_ke_9

#kelasbunsayiip

#game_level_3

#kami_bisa_memahami_makna_kata _mubazir

Kamis, 11 Januari 2018

Berdoa

Assalammualaikum,

Tantangan hari 8 game level 3

Hari ini masuk bab berdoa. Sebetulnya sudah dari bayi anak2x, terutama Naira kami biasakan berdoa. Klo bayi tentu saja hanya kami bacakan doa2x yang mudah, seperti mau dan selesai makan serta mau tidur. Setelah usia 2 tahun barulah kami mulai mengajarkannya untuk dihafal dengan tetap mempraktekkannya dalam kegiatan sehari2x. Untuk kali ini saya mencoba untuk menambahkan doa Naira sebelum tidur, yaitu mohon supaya Allah membangunkannya pagi hari pada jam setengah 6 sampai jam 6 pagi. 

Kenapa ? Karena Naira teramat sangat sulit sekali untuk bangun pada pagi hari. Untuk membangunkannya  diperlukan waktu minimal setengah jam bahkan lebih 😬. Mudah2x-an cara ini dapat mengubah kebiasaannya tersebut menjadi lebih baik, walaupun mungkin prosesnya tidak bisa dibilang cepat 🙄.


Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza


#tantangan_hari_ke_8
#kelas_bunsayiip_3
#game_level_3
#kami_bisa_berdoa

Rabu, 10 Januari 2018

(Kembali) Mengaji

Assalammualaikum,

Tantangan hari 7 game level 3


Dalam melatih kecerdasan spiritual kali ini, saya mencoba untuk mengembalikan rutinitas mengaji (hafalan dan iqro) kepada Naira. Ya, liburan 3 minggu kemarin memang membuat kegiatan mengajinya kacau balau. Sekarang pun Naira masih saja sering protes dan merasa keberatan bila disuruh hafalan. Klo iqro kebetulan dia memang lebih senang. 

Kegiatan ini biasanya kami lakukan setelah shalat maghrib dan berkakhir menjelang isya. Sebetulnyau hafalan surat n doa udah lumayan, hanya bermainnya saja yang menyebabkan ia kurang bisa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga sering membuat gemesssss 😅.

Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza

#tantangan_hari_ke9
#kels bunsay_iip
#game_level_3
#kami_bisa_mengaji

Selasa, 09 Januari 2018

Shalat (berjamaah)

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 6 game level 1

Di hari ke 6 ini saya mencoba untuk melatih kecerdasan spiritual. Kali ini adalah memgenai shalat. Sejak berulang tahun ke 7 pada November kemarin, saya dan suami memang mencoba untuk merutinkan kewajiban shalat pada Naira. Dari yang sebelumnya hanya ikut pada shalat maghrib menjadi full 5 waktu, dari shubuh sampai isya. Memang sejauh yang saya tau pun pada umur ini baru dikenakan pasal pengenalan hingga batas 10 tahun. Tapi kami mencoba untuk menjadikannya rutin agar pada umur 10 tahun nanti Naira benar2x sudah bisa menjalankan kewajiban shalatnya dengan baik.

Mudahkah ? Tentu saja tidak, hahahahaha. Terutama bagi seorang Naira yang terkenal dengan "mbulet"nya, ada saja alasannya untuk selalu menunda2x bahkan mencoba menghindari kegiatan ini 🤦‍♀️. Gemas jangan ditanya lagi 🤣. Untuk menyiasatinya saya mencoba untuk membarenginya walau dongkol sering melanda karena seringkali kami shalat hampir di akhir waktu. Selama libur di tempat akungnya kemarin saya juga menekankan kepadanya untuk selalu shalat berjamaah bila memang segala sesuatunya memungkinkan karena pahalanya juga lebih besar dibandingkan shalat sendirian. Karena saat itu saya sedang tidak shalat, saya minta Naira untuk selalu shalat jamaah dengan yangtinya yang insya allah selalu tepat waktu. 

Jatibening, setengah 12 malam
Dian Meridha Giza

#tantangan_hari_ke_6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa_shalat (berjamaah)

Kamis, 04 Januari 2018

Explorasi Kreatifitas - melukis di tembok

Assalammualaikum,

Tantangan hari 1 game level 3


Setelah melewati game 1 dan 2, maka masuklah sekarang pada game level 3. Masih agak berat sebetulnya karena kebetulan anak masih libur sekolah sehingga hawa liburan masih kental terasa, apalagi saat ini kami sedang menginap di tempat orang tua, hehehehe.

Tema tantangan kali ini adalah melatih kecerdasan anak. Kecerdasan anak itu sendiri terdiri dari kecerdasan intelektual, emosi, spiritual dan menghadapi tantangan. Bingung juga sebetulnya dalam mencerna dan memilih mau yang mana, karena sepertinya semua sangat amatlah dibutuhkan. 

Berhubung hawanya masih bernuansa liburan, baiklah saya akan mencoba memilih kecerdasan intelektual sebagai yang pertama dengan Naira, si sulung, sebagai partnernya. 

Kenapa saya memilih kecerdasan intelektual ini ? Padahal kelihatannya kan berat banget ya, xixixixi. Sebetulnya ga juga sih, saya memilih ini karena berhubungan dengan kreatifitas anak, apalagi dalam hubungannya dengan mengisi liburan.

Tanpa disadari juga, ternyata kami sudah melakukan tantangan ini sejak beberapa hari lalu lho. Kebetulan tanggal 30 des - 1 jan kemarin kami melakukan camping ke kepulauan seribu, tepatnya ke pulau Semak Daun. Tujuan kami memang untuk lebih mengenalkan alam kepada anak2x, bahwasanya rekreasi itu tidak melulu harus ke tempat yang full fasilitas. Karena alam pun juga punya daya tarik tersendiri untuk dijadikan tujuan rekreasi. Anak2x, terutama Naira cukup bisa menikmati dan belajar hal2x baru. Seperti bermain dan menulis di pasir, bermain dan berenang di laut, belajar memakai perlengkapan snorkeling (walau kemudian ia tidak mau ikut snorkeling), merasakan diayun ombak saat di kapal yang cukup membuat saya mual 🤦‍♀️ serta menikmati cantiknya laut saat kami naik perahu kecil menuju pulau dan snorkeling sambil terus saya sounding bahwa begitu agungnya ciptaan Allah tiada terbatas dengan harapan dapat terus menumbuhkan rasa ingin tau dan belajarnya.

Kembali ke rumah dan kemudian menginap di rumah eyangnya pun kami berusaha untuk tetap mengeksplorasi kreatifitasnya. Diantaranya dengan menyediakan beberapa lembar karton spotlight untuk digunting dan tempel, mendirikan tenda di halaman  belakang, serta melukis di tembok 😍. Ya, akungnya memang merelakan tembok belakang rumahnya untuk dicorat coret, gambar ataupun dilukis oleh cucu2xnya. Kebetulan Naira sangat suka sekali menggambar, jadi dia sangat antusias. Hari ini dia mencoba bercerita lewat coretannya. Masih dipancing dulu oleh papanya tadi, tapi kemudian ia bisa bereksplorasi sendiri.

Cikarang, menjelang setengah 12 malam
Dian Meridha Giza