Sabtu, 23 Desember 2017

Aliran Rasa 2

Assalammualaikum,

Aliran rasa tantangan game level 2

Kembali dengan aliran rasa, kali ini setelah melewati tantangan 10 hari game level 2, melatih kemandirian. Yang saya rasakan selama mengerjakan tantangan ini adalah perlunya konsistensi dan kesabaran dalam melatih anak supaya bisa bener2x mandiri. Dari 3 list kemandirian yang saya buat, hanya 1 yang berhasil dilakukan dalam tantangan ini, yaitu makan sendiri sampai habis bersih tanpa dibantu sama sekali dan tetap diam di tempat. 

Bikin geregetan sebetulnya, terutama karena saya tergolong orang yang ga sabaran 😂. Hampir putus asa juga, padahal hanya untuk hal sepele y 🙄. Tapi klo dilakukan dengan sungguh2x memang hasilnya cukup baik. Semoga untuk list2x berikutnya saya bisa lebih waras dalam melatih kemandirian untuk anak2x saya, amin.


Jatibening, setengah sebelas malam
Dian Meridha Giza

Selasa, 12 Desember 2017

Menyisir Rambut - Day 2

Assalammualaikum,

Tantangan hari 12 game level 2

Tantangan hari ini masih belum mengena, apalagi berhasil. Naira jelas2x menolak, bahkan menangis sambil merajuk saat saya membujuknya untuk mulai belajar menyisir rambutnya sendiri. Saya pun ikut senewen dibuatnya 🤦‍♀️


Jatibening, setengah 12 malam
Dian Meridha Giza

Senin, 11 Desember 2017

Menyisir Rambut

Assalammualaikum,

Tantangan hati 11 game level 2


Setelah list 1 selesai, sekarang saya coba masuk list no 3, yaitu menyisir rambut. Untuk mempermudah, saya menyediakan sisir garpu bagi Naira untuk belajar menyisir rambutnya sendiri.

Mama : "kak, mulai sekarang belajar nyisir rambut sendiri y. Ini mama sediain sisir garpu biar gampang".
Naira : "ga mau ma, susah".
Mama : "di coba dulu, gampang kok".
Naira : "engga ah".

Kemudian Naira lari menuju papanya untuk minta disisirkan 🤦‍♀️



Jatibening, jam sepuluh malam
Dian Meridha Giza

Minggu, 10 Desember 2017

Makan - Day 10

Assalammualaikum,

Tantangan hari 10 game level 2

Alhamdulilah hari ini keadaan makin membaik. Kebetulan tadi siang kami makan siang di luar. Cukup tertib walau terlihat dia mulai agak bosan dan mulai gelisah, tapi berhasil makan tanpa jalan2x. Plus tambah hal baru, yaitu Naira mau dan cukup mahir (untuk ukuran anak seusianya) dalam menggunakan pisau sebagai alat bantu makan. Sepertinya hal ini termotivasi juga oleh adiknya yang cukup antusias dalam belajar memakai pisau. Makan malam pun begitu, situasi aman terkendali. Sepertinya memang sudah mulai ada perubahan, pas banget di hari ke 10, alhamdulilah ☺️


Jatibening, setengah sebelas malam
Dian Meridha Giza

Sabtu, 09 Desember 2017

Makan - Day 9

Assalammualaikum,

Tantangan hari 9 game level 2

Hari ini Naira mengikuti lomba menghias donat di dekat rumah orang tua saya bersama dengan sepupunya. Kebetulan rumahnya dekat dengan rumah orang tua saya. Habis itu lanjut dengan berkumpul di rumah orang tua saya. 

Situasi seperti ini (ada temannya) memang cukup kondusif bagi Naira untuk makan sendiri. Terbukti ia bisa makan tanpa mondar mandir sampai habis, walaupun belum bisa dalam waktu yang cepat. Yang sudah2x pun memang seperti ini. Bila ada temannya yang sebaya, Naira akan makan dengan lebih tertib dibandingkan bila ia hanya makan dengan adiknya. 

Apakah ini berarti saya harus mendatangkan teman sebaya setiap jam makannya ? 😬

Jatibening, setengah dua belas malam
Dian Meridha Giza

Jumat, 08 Desember 2017

Makan - Day 8

Assalammualaikum,

Tantangan hari 8 game level 2

Setelah kemarin terlewati karena hp mati dan tidak bisa d charge, hari ini insya allah saya kembali lagi. Seperti beberapa hari kemarin, urusan pengumpulan makanan sudah selesai, tinggallah kebiasaan makan sambil bermain dan main2x yang menjadi masalah. Dari 3x waktu makan, sarapan bisa dibilang sudah lulus karena Naira bisa duduk di tempatnya hingga acara makan selesai. 

Hari ini saya mencoba untuk memberikan sedikit pancingan untuknya. Saya menawarkan apakah ia mau melihati videon pernikahan saya. 

Mama : "kaka, mau lihat video nikahan mama ga ?"
Naira : "mau"
Mama : "tapi janji ya, makannya ga boleh jalan2x, harus duduk di tempat sampe makannya abis/selesai".
Naira : "okay".

Ternyata cara ini hanya bertahan sebentar. Memang sebelumnya saya telah menjanjjkan untuk melihat video pernikahan saya. Salah memang, tp untuk kali sepertinya ide ini bolehlah dicoba, karena jujur sepertinya saya juga kehabisan akal. Seperti yang telah dikatakan di atas, cara ini tidak efektif, karena Naira dan adiknya malah maju2x mendekat ke tv untuk memperjelas rasa penasarannya 🤦‍♀️


Jatibening, jam sepuluh malam
Dian Meridha Giza


Rabu, 06 Desember 2017

Makan - Day 7

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 7 game level 2

Sebetulnya saya bingung mau melaporkan perkembangan apa hari ini. Karena kondisi masih sama dengan hari kemarin. Antara senang dan senep rasanya 😅. Senang karena Naira sudah tidak lagi minta bantuan untuk mengumpulkan makanannya yang tinggal sedikit. Dan senep karena ia masih saja makan sambil mondar mandir 😫. Dia hanya bisa dian saat sarapan, karena terburu waktu. Sementara lunch dan diner ? Wasalam 😂. Masih mencari dan belum juga ketemu caranya agar ia mau dan bisa konsentrasi makan sampai selesai tanpa diselingi iklan (baca : mondar mandir 🤣). 

Pun hari ini. Ditemani di meja makan, tapi begitu saya bangun untuk mengerjakan sesuatu, dia pasti ngikut, dengan alasan entah itu ambil minum, membereskan mainan adiknya, dll. Alasan yang dipaksakan 😩. Masih harus puter otak lebih keras lagi, masa kalah sama anak kelas 1 sd, hehehehe


Jatibening, jam sepuluh malam
Dian Meridha Giza

Selasa, 05 Desember 2017

Makan - Day 6

Assalammualaikum,

Tantangan hari 6 game level 2

Kemajuan hari ini tidak jauh berbeda dengan kemarin. Tidak ada rengekan Naira untuk membantunya mengumpulkan makanan. Sepertinya ia sudah mau dan cukup mahir untuk hal tersebut (semoga hal ini benar adanya dan bukan mimpi siang bolong emaknya 😂). Tetapi untuk masalah jalan2x selama kegiatan makan masih menjadi PR besar. Dibilang seperti apapun rasanya kok seperti mental keluar. Setelah ditegur, baru kembali ke tempat duduknya. Tapi tak lama setelah itu, apalagi bila saya meleng, maka dia pun akan kembali berkeliling 🤦‍♀️. Memang seringkali saya menemani anak2x makan sambil mengerjakan pekerjaan ringan lain, seperti membuat teh untuk papanya, memanaskan sayur dan lauk, memasak nasi, dsb.


Tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan, akan menjadi kebiasaan buruk d masa datang. Semoga saya bisa secepatnya mendapatkan cara untuk hal ini.


Jatibening, menjelang sebelas malam
Dian Meridha Giza

Senin, 04 Desember 2017

Makan - Day 5

Assalammualaikum,

Tantangan hari 5, game level 2


Hari ini sepertinya keadaan makin membaik. Mulai dari sarapan, makan siang dan malam, tidak ada request dari Naira untuk membantunya mengumpulkan makanannya. Untuk masalah wara wiri juga cukup minimalis. Hanya makan siang aja yang dia masih sedikit mondar mandir dan bermain, karena kebetulan dalam 2 minggu kedepan dia pulang jam setengah 12 siang, jadi makan siang dilakukan di rumah, berbarengan dengan adiknya. O y, kebetulan tadi siang saya keluar rumah, jadi laporan untuk kegiatan makan siang saya dapatkan dari papanya. 

Sedikit masalah memang klo makan berbarengan dengan sang adik, apalagi klo pengawasan longgar 😂. Tapi sepertinya memang ada kemajuan, walau sepertinya juga masih sangat tergantung menu. Karena klo menunya dia sudah kurang sreg, maka sejuta alasan akan keluar dari mulutnya. Ini yang masih PR banget. Mudah2x-an besok juga makin membaik, hehehehe.


Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza

Minggu, 03 Desember 2017

Makan - Day 4

Assalammualaikum,

Tantangan hari 4 game level 2

Hari ini episode mulai membaik untuk masalah pengumpulan makanan (sepertinya terbantu oleh menu juga 😂). Dimulai dari sarapan dengan spageti yang cukup dimakan pakai garpu. Sepertinya Naira tidak mengalami kesulitan. Begitupun untuk makan siang, dengan menu yang masih sama, hanya ditambah dengan sayuran rebus dan ikan panggang butter. Kali ini Naira makan dengan menggunakan sendok. Makan malam menu juga masih sama, hanya saja spagetinya diganti oleh nasi. Sempat terucap untuk minta tolong dikumpulin tadi.

Naira : "ma, ini tolong kumpulin".
Mama : "lha kakak kan udah bisa ngumpulin sendiri. Klo males ambil garpu udah pake tangan aja (ini emang tinggal dikit banget, mungkin kira2x 1/3 sdm 😅).
Naira : "o iya, kan bisa pake kerupuk".
Mama : "nah, tu pinter".

Untuk masalah membantu pengumpulan makanan memang tidak ada masalah hari ini, karena sejak siang pun ia menggunakan kerupuk/rempeyek sebagai alat bantunya. Tapi untuk masalah tidak fokus, belum begitu teratasi. Masih saja ia nyambi mengerjakan pekerjaan lain (menggambar, ngobrol, main, seliweran), yang membuat acara makan menjadi lebih lama dan saya pub gemas dibuatnya 😢.


Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza


Sabtu, 02 Desember 2017

Makan - Day 3

Assalammualaikum,

Tantangan hari 3 game level 2

Masih 11 12 dengan dua hari sebelumnya. Sarapan dimulai dengan pecel tahu tanpa nasi sisa semalam. Tidak ada rengekan untuk minta dikumpulkan makanan yang tinggal sedikit. Tapiiiii itu dilakukannya sambil membuat topeng kertas 🤦‍♀️. Jadi Naira makan sambil sibuk menggambar dan menggunting. Urusan mondar mandir ? Jelassssss. Padahal saya ada di sampingnya sambil menyuapi adiknya yang tak kalah lincah kesana kemari 😫.

Makan siang dan malam kebetulan menu berkuah. Walau tidak ada rengekan minta dikumpulkan, Naira makan sambil menggambar dan menghias topeng yang dibuatnya tadi pagi. Kebetulan kali ini ditemani sama papanya. Untuk urusan mondar mandir pada saat makan malam tidak seberapa, tapi waktu makan siang cukup lumayan, karena kebetulan ada akung dan yangtinya yang berkunjung ke rumah.

Komunikasi produktif juga sepertinya belum berhasil untuk kasus ini. Karena berulang kali di ajak bicara dan di peringati, kejadiannya masih saja sama, belum ada perubahan yang signifikan. Naira bisa makan anteng dan cepat (<30 menit) serta tidak rewel untuk masalah mengumpulkan yang tinggal sedikit hanya bila bertemu dengan menu kesukaannya. Sehingga sampai saat ini saya masih berusaha mencari caranya, karena tidak mungkin juga bila setiap hari menuruti permintaannya. Bagi saya ia harus dapat menyesuaikan dengan makanan apa saja, selama itu halal, agar kelak dewasa ia juga mudah menyesuaikan diri dalam hal pemilihan makanan. Tantangan masih panjang, saatnya mencari ide baru dl 😂




Jatibening, menjelang pukul sebelas malam
Dian Meridha Giza

Jumat, 01 Desember 2017

Makan - day 2

Assalammualaikum,

Tantangan 10 hari game level 2

Hari ini saya agak kurang konsisten dalam melatih Naira untuk benar2x mandiri dalam acara makannya. Dimulai dari pagi hari yang sibuk memasak, begitu juga siang hari yang meneruskan bikin martabak untuk anak2x. Akibatnya ? Tentu saja kacau balau 🤣. Naira termasuk tipe yang harus ditongkrongi supaya dapat fokus dalam aktifitas/kegiatannya, terutama yang bersifat ritual, seperti makan, mandi dan shalat. Klo tidak, tentu saja dia akan seenak hati melakukannya (baca : disambi main dan mondar mandir 🤦‍♀️).

Karena hari libur, sarapan tadi pagi cukup ringan, yaitu hanya cilok abon bumbu pecel. Naira makan dengan menggunakan garpu, tidak ada masalah dalam pengumpulan sisa makanan yang tinggal sedikit. Tapi.......dia makan sambil mondar mandir 😂. Kebetulan dari malam ada teman papanya yang menginap di rumah. Dan papanya agak sibuk dengan temannya ini, sehingga karena merasa "bebas", Naira dan adiknya muter aja waktu diajak sarapan. Walhasil mereka sarapan berdua saja, ketinggalan dari papanya. Sementara saya juga masih sibuk di dapur sehingga tidak bisa menemani duduk terus di meja makan, walau tetap mengawasi. Jujur ini salah orangtuanya sih ya, karena tidak mendampingi anaknya 😓. 

Begitu juga saat makan siang. Kebetulan Naira makan berbarengan dengan adiknya, yang masih disuapi oleh ART kami. Lagi2x karena mamanya ga ikut nongkrongi, Naira pun makan sambil bebas mondar mandir dan main bersama dengan adiknya 😫.

Baru pada saat makan malam, saya benar2x mendampingi anak2x dengan ikut duduk di samping mereka, sambil menyuapi yang kecil. Sempat sedikit mondar mandir, tapi tidak seberapa karena ada satpam di sampingnya 🤣. Saat makanan tinggal sedikit, seperti biasa Naira merengek agar saya mau mengumpulkan makanannya. Tapi saya bersikeras tidak mau membantunya. O ya, pada saat awal makan, saya sudah membuat perjanjian bahwa nti dia harus mengumpulkan sisa makanan yang tinggal sedikit sendiri tanpa bantuan saya. Juga agar makan tetap duduk di tempat sampai selesai.

Naira : "ma, ini tolong kumpulin", sambil menyodorkan piring.
Mama : "lho kan tadi udah perjanjian, kakak harus ngumpulin sendiri".
Naira : "iya, tapi ini susah"
Mama : "ya dicoba, nti pasti bisa".
Naira : "mama aja ya, aku ga bisa ini"
Mama : "coba dibantu pake peyek (rempeyek), bisa kok".
Naira : "susah ma"
Mama : "di coba dulu"

Akhirnya dia mau dan bisa menggunakan rempeyek sebagai pengganti garpu untuk mengambil makanan yang tinggal sedikit itu.

Sepanjang waktu makan saya juga tidak henti2xnya mewarning (baca : dengan nada yang fales tentunya 😬) supaya ia tetap diam di kursi setiap akan beranjak dari tempat duduknya. Mommy shark dudududududu 🤣


Jatibening, setengah dua belas malam
Dian Meridha Giza