Minggu, 27 Mei 2018

Bertemu Sepupu

Tantangan hari 10 game level 7

Assalammualaikum,

Hari ini kami berkunjung kerumah orang tua saya, dimana Naira bertemu dengan para sepupunya. Ia sangat senang sekali kareba tidak bisa setiap hari ia bisa bermain bersama. Sepupunya berjumlah 5 orang, 2 perempuan (6 dan 5 tahun) serta 3 orang laki2x (11, 10 dan 3 tahun). Naira bermaib bersama dengan para sepupu perempuan dan 1 orang sepupu laki2x yang paling kecil. 

Dalam bermain, terlihat ia cukup menonjol dalam memimpin, mungkin karena secara umur ia juga lebih tua. Begitu juga saat shalat dimana ia mengoreksi sepupunya dengan gaya yang sangat meyakinkan, bahkan terlihat sok tau menurut saya 😂. Mimik mukanya sangat serius seolah2x ia sudah yang paling benar 🤣. 

O ya, sebelum berangkat tadi, ia juga membawa buku dan alat tulis. Katanya ingin kembali membuat sebuah cerita. Walaupun kemudian niat itu buyar setelah bertemu dengan para sepupunya, tetap saja membuat saya amazed pada dirinya. Ternyata ia  kembali menulis cerita yang beberapa hari lalu ditulisnya di laptop. Harus saya akui klo imajinasinya cukup lumayan, walaupun ketika saya tanya kembali tentang cerita yang ditulisbya d laptop beberapa hari lalu, ia memberikab jawaban yang berbeda. Katanya itu adalah buatan miss di sekolah dan ia hanya sekedar menuliskannya kembali. Kids ya 😬.

Jalan tol Jakarta Cikampek, menjelang jam 11 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#insitutibuprofesional
#kelasbundasayany

Sabtu, 26 Mei 2018

Bukber di Panti

Tantangan hari ke 9 game level 7

Assalammualaikum,

Hari ini saya mengajak anak2x ikut acara buka puasa Sejuta Cinta bersama dengan anak2x panti asuhan. Ini adalah kali kedua mereka ikut acara serupa. 

Menjelang buka, Naira minta ikut membantu saya menuangkan es buah kedalam gelas2x plastik. Bersamaan itu sedang berlangsung tausiyah dari ibu pemilik panti tentang kondisi anak2x panti saat mereka ditemukan. Ada yang baru lahir ibunya langsung meninggal, bahkan ada juga yang ditemukan di terminal tanpa punya siapa2x yang jelas. Naira terlihat mencoba berusaha menyimak tausiyah tersebut sambil menuangkan es buah. Sebentar2x ia menengok dan menghentikan kegiatannya untuk menyimak.

Sampai saat ini memang belum ada celotehnya tentang acara tadi, karena menjelang pulang dan sepanjang perjalanan ia asyik bermain dengan adik dan anak teman yang ikut bersama kami. 

Perjalanan pulang, menjelanh jam 11 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#instititibuprofesional
#kelasbundasayang

Jumat, 25 Mei 2018

Tarawih

Tantangan hari 8 game level 7

Assalammualaikum,

Sepulang sekolah sebetulnya Nai ingin kembali bermain laptop untuk menulis lagi. Ia sempat menyebut sebuah nama lengkap, yang memang agak aneh terdengar ditelinga. Katanya, "klo nama ini (yang disebut) bisa ga ma ?". "Bisa, emang untuk apa ?", jawab saya. "Engga", katanya. Hmmm sepertinya ia sudah punya ide untuk sebuah cerita. Namun karena sore nanti ia akan mengaji, jadi saya tidak langsung memperbolehkannya, melainkan menundanya setelah selesai mengaji sore nanti. 

Malam hari seperti biasa, ia mulai bercerita macam2x, terutama tentang teman2xnya. Salah satunya adalah mengenai keheranannya pada kakak kelas SD 2 yang selalu berisik tiap akan performance di sekolah, bahkan sampai pakai drumband dan selalu menampilkan bela diri (kebetulan kelas mereka bersebelahan). Saya menanggapinya dengan santai, tapi dalam hati tercetus juga, "kepo amat deh ya 🤣". Sebetulnya banyak yang ingin ia ceritakan, tapi karena malam ini saya ingin mengajaknya tarawih di mesjid, jadi saya lebih sering untuk mengingatkannya supaya lekas menghabiskan makan malamnya, sehingga ia urung bercerita. Maaf ya nak, karena klo diiyakan, urusan makan bisa ga kelar2x dan cerita tarawih di mesjid bisa bubar jalan 😂.

Pertama kalinya Nai dan adiknya tarawih di mesjid, Nai cukup tertib dengan tidak banyak bicara yang ditakutkan akan menganggu jamaah lain. Saya juga membawakannya buku cerita untuk dibaca apabila ia bosan  nanti. O ya, ia juga mendapat tugas untuk mencatat isi ceramah tarawih. Saya membantunya dengan memberi poin2x saja dari ceramah tersebut. Ketika pulang, ia juga bersikeukeuh untuk minta tandatangan dari ustad yang memberikan ceramah tadi, walau saya sempat menyarankan tidak usah, karena sungkan juga rasanya mencari si ustas yang udah ga keliatan entah kemana. Akhirnya bisa juga minta tandatangan setelah bertanya kepada salah seorang jamaah laki2x yang masih ada. Saya juga bertanya, apakah ia senang dan mau lagi untuk tarawih di mesjid. Ia bilang mau dan senang sekali. Syukurlah klo begitu, semoga pengalaman tarawih pertamanya ini cukup berkesan baginya.

Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Rabu, 23 Mei 2018

Laptop

Tantangan hari 6 game level 7

Assalammualaikum,

Hari ke 3 UAS, Nai sepertinya mulai terbiasa dengan ibadah puasanya. Walau sempat terucap ingin berbuka, tetapi itu tidaklah seheboh hari2x sebelumnya. Bahkan hanya saya bercandai, "mau buka Kak ? Ya udah buka pintu atau jendela gih" 🤣. Dia juga cuma ketawa2x saja mendengarnya, Alhamdulilah. Sempat mengeluh klo soal ORKES (Olahraga dan Kesehatan) tadi cukup sulit. Saya mencoba menanggapinya dengan santai, "masa sih ?". 

Malam hari saat makan, ia cukup banyak menceritakan pengalamannya. Mulai dari sulitnya soal ORKES sampai kegiatan bermainnya dengan kucing kecil peliharaan kami. Hal ini tentu saja membuat kegiatan makannya menjadi lebih lama. Mungkin juga dikarenakan lauk yang kurang pas untuk seleranya. Bahkan saat papanya bercerita untuk menambah rak buku, Nai ikut menanggapi obrolan itu, bahkan mencetus bahwa sebaiknya membuat rak buku di dapur untuk buku2x resep saya. Padahal di dalam hati pun saya punya ide yang sama, hanya belum sempat tercetus, keduluan olehnya 😅. 

Saat belajar, seperti biasa ia sangat santai, membuat saya gemas bin geregetan. Kebetulan besok adalah UAS mata pelajaran komputer. Berulang kali ia meminta untuk belajar dengan laptop sungguhan. Akhirnya saya iyakan setelah materi yang dipelajari dikira cukup. Ternyata ia sangat antusias saat menggunakan laptop sungguhan, walau terkesan sok tau memang 😂. Ia bahkan mulai mengetik beberapa kalimat, yang katanya adalah cerita yang pernah didengarnya di sekolah, dengan judul Aku Bidadari. Jujur, saya cukup amazed juga melihatnya. Akhirnya saya menjanjikan besok sepulang sekolah, ia boleh meneruskan untuk menulis kembali ceritanya tersebut dengan laptop. Dan ia pun sangat senang sekali mendengarnya serta tidak sabar menunggu esok.


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Selasa, 22 Mei 2018

UAS hari 2

Tantangan hari 5 game level 7

Assalammualaikum,

Di hari kedua UAS, Nai tumben tidak cranky saat dijemput pulang sekolah seperti hari2x sebelumnya. Saya mencoba untuk bertanya bagaimana dengan UASnya hari ini, apakah dia bisa mengerjakan. Bisa, katanya. Alhamdulilah. Tapi dia mengeluh untuk PPKN yang sulit dengan alasan tidak mengerti. Dalam hati saya berkata wajar saja, karena semalam ia hanya belajar sekilas untuk pelajaran PPKN ini, karena waktunya habis tersita untuk Matematika. Saya berusaha menahan diri untuk tidak bertanya lebih jauh lagi karena takut moodnya berubah.

Benar saja, sampai dirumah saat adiknya mau makan, ia mulai protes kenapa adik makan di dekat dirinya. Dari yang pertama sambil lalu, lama2x makin intens dan ia mulai merengek minta buka puasa. Saya mencoba mengalihkan dengan memintanya untuk membantu saya yang sedang menggoreng bola2x ubi kopong di dapur. Lumayan teralihkan untuk beberapa saat sebelum kembali merengek lagi. Kembali teralihkan dengan kucing kecil yang hampir 2 minggu ini menjadi peliharaan kami, yang masuk kedalam rumah. Ia segera berusaha mengeluarkannya kemudian mengajaknya bermain. Tapi itupun juga tidak lama. Akhirnya saya bisa membujuknya untuk tidur siang setelah shalat Zhuhur.

Sore menjelang buka, barulah ia mulai menceritakan pengalamannya di sekolah. Pun ketika papanya pulang yang disambut dengan protes, karena tidak ada soal tentang uang, seperti yang dipelajarinya semalam 😂. Ia kembali mengeluh tentang PPKN yang sulit. Kemudian ia mengutarakan keinginannya untuk bermain ke runah temannya pada hari Kamis selepas UAS selesai. Tadinya saya mengiyakan tapi kemudian melarang karena ingat bahwa Kamis dan Jumat sore ia harus mengaji di rumah. Ia sempat kecewa tapi kemudian terobati karena saya menawarkan alternatif untuk bermain pada hari Senin.

Saat belajar untuk UAS besok, entah kenapa ia sangat tidak fokus yang membuat saya benar2x senewen. Begitu juga saat saya membacakan soal dari wacana Agama. Tidak seperti hari sebelumnya dimana ia dapat merecall hampir semua isi wacana tersebut, kali ini ia benar2x menjawab sekenanya saja walaupun 50% dari jawaban yang ia berikan masih benar adanya.

Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Senin, 21 Mei 2018

UAS hari 1

Tantangan hari ke 4 game level 7

Assalammualaikum,

Hari ini pulang sekolah begitu masuk mobil saat dijemput, Nai langsung ngambek bahkan ampe nangis minta buka puasa dengan alasan ga tahan haus. Sepanjang jalan even sampai dirumah, malah makin parah karena menjadi tantrum bin ngamuk. Boro2x mau tanya cerita uasnya ini mah 🤦‍♀️. Berbagai usaha untuk mengalihkan nol semua, walau ampe papanya turun tangan by phone. Nai tetap bersikeukeuh untuk buka puasa sebentar lalu lanjut puasa lagi. Akhirnya kami mengalah dan membolehkannya untuk berbuka. Ia menepati janjinya untuk buka puasa sebentar dengan minum, makan kurma dan kue. 

Saat makan malam barulah ia mulai menceritakan pengalamannya hari ini, terutama yang berhubungan dengan uasnya. Ia mengatakan klo ia bisa mengerjakan soal2x bahasa indonesia dan bahasa inggrisnya, walau terkadang meminta bantuan temannya untuk membacakan soal dengan alasan ia tidak bisa membacanya. Waktu saya tanya apakah miss (guru) tidak membantu membacakan, ia menjawab klo miss baru sampai pada nomor 2, sedangkan ia sudah sampai pada nomor 3. Okelah, walau jawaban itu agak ganjil menurut saya 😂. Ia juga mengatakan klo ia selesai sebelum teman2x yang lain selesai mengerjakan, walau bukanlah menjadi yang pertama. Kemudian saya bertanya apakah Ken yang selesai duluan. Ia menjawab bukan, Kalila-lah yang selesai pertama kali, baru setelah itu disusul Ken. 

Waktu saya mengingatkan papanya akan poin2x yang harus dipelajari untuk matematika, Nai dengan PDnya berkata, "bangun datar dan ruang sih aku udah bisa, ga usah belajar lagi". Memang beberapa hari sebelumnya, ia dan papanya sudah mulai mencicil belajar matematika, terutama si bangun datar dan ruang ini. Namun tetap saja kami mengingatkannya bahwa walaupun sudah belajar, ia tetap tidak boleh sombong/takabur. 

Malam ini ia belajar matematika dan ppkn. Materinya cukup banyak, sehingga untuk ppkn saya hanya membacakan materi sambil memperlihatkan video tentang materi tersebut.


Jatibening, jam setengah 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang


Minggu, 20 Mei 2018

UAS

Tantangan hari ke 3 game level 7

Assalammualaikum, 

Besok Nai mau UAS, praktis hari ini mau tidak mau ia harus belajar (berarti hari2x lainnya ga pernah belajar dung ya 🙈😂). Jadwal esok hari adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Salah satu materi dalam bahasa Indonesia adalah wacana sederhana. Dimana siswa akan diberikan suatu wacana singkat, dilanjut dengan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan isi wacana tersebut.

Untuk tantangan hari ini, saya ingin melihat seberapa jauh pemahamannya dalam mengerti isi suatu bacaan (sepertinya sih masih tetap berhubungan dengan kelebihannya dalam bercerita/menceritakan kembali suatu kejadian 😅). 

Saya memberinya suatu wacana singkat, kurleb 15 kalimat dengan 15 pertanyaan. Dari 15 pertanyaan tersebut, hampir semua dijawabnya dengan benar, hanya ada 1 yang salah. Adapun pertanyaan yang salah itu adalah "Susu apa yang suka diminum Callista". Nai menjawab coklat, sedangkan kalimat dalam wacana tersebut adalah "Callista selalu minum susu Ultra rasa coklat". Agak kurang teliti memang, tapi dari jawaban yang dibuat (coklat) menunjukkan bahwa Nai cukup detail dalam memahami sesuatu, berbanding lurus dengan kelebihannya yang cukup runut dan detail dalam bercerita.


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Sabtu, 19 Mei 2018

Sekolah-sekolahan

Tantangan hari 2 ge level 7

Assalammualaikum,

Di hari kedua ini, saya ingin menyampaikan pengamatan saya mengenai kegemaran Nai dalam bermain peran, yang tentu saja masih ada hubungannya dengan kegemarannya bercerita. Salah satunya adalah bermain sekolah2xan. Kebetulan hari ini sekolah libur (hari sabtu), sehingga ia bisa bermain dengan adiknya serta anak ART kami. Dalam bermain kali ini, ia berperan sebagai guru (selalu sih sebetulnya 🤣), sedangkan adik dan anak ART menjadi murid.

Sebagai guru, Nai seolah2x sedang mengajarkan materi kepada muridnya. Setelah itu tidak lupa ia memberikan review/soal. Anak ini terlihat sangat menikmati sekali permainannya. Ditambah dengan aksesori kacamata, seolah ia adalah guru beneran 🤦‍♀️. Ia "mengajar di depan sambil menulis di papan tulis.  Kelebihannya dalam bercerita/berbicara kadang membuat saya geli karena terkesan sotoy (sok tau) dan ketu (kecil2x tua) 🙈. Tapi harus saya akui klo sepertinya ia memang berbakat untuk banyak bicara, bahkan juga memimpin, walau masih terbatas untuk orang2x terdekatnya saja.

Jatibening, setengah sebelas malam
Dian Meridha Giza


#semua anak adalah bintang
#institutibuprofesional
#kelasbunsay

Jumat, 18 Mei 2018

Sang Pencerita

Tantangan hari 1 game level 7 Assalammualaikum, Jumpa lagi dengan tantangan baru setelah libur sekitar 2 minggu. Sepertinya materi makin mengerucut sehingga membuat kami untuk makin terarah untuk menentukan peran yang diambil dalam kehidupan ini, terutama dalam membawa keluarga inti (anak/suami). Tantangan kali ini kami diminta untuk melihat 1 saja kelebihan dari salah satu orang terdekat kami untuk diamati dan dicatat/abadikan perkembangannya. Terus terang saya bingung ya dalam memilih diantara 2 anak yang ada, karena masing2x punya ceritanya sendiri.  Akhirnya setelah semedi dan menghitung kancing (lebay itu sih 🙈), saya memutuskan untuk memilih Nai, si sulung yang berumur 7.5 tahun, untuk ikut bermain. Selesai pilihan pertama maka lanjuy kepada pilihan kedua, yaitu kelebihan apa yang mau saya amati. Ada 3 sebetulnya yang cukup menonjol : menggambar, bercerita dan mengasuh adik. Setelah ditimbang2x, saya memilih bercerita. Sebabnya ? Dari dulu Nai memang sangat suka bercerita. Ia bisa secara runut menceritakan sesuatu sampai ke hal detail. Binar itu sangat terlihat jelas pada saat ia bercerita. Bahkan di TK dulu, guru dan teman2xnya kerap memintanya untuk berhenti saat ia menceritakan pengalamannya di depan kelas, karena ga kelar2x 🤦‍♀️.  Di satu sisi hal ini kadang juga membuat saya geregetan, karena segala sesuatu yang dikerjakannya akan bubar saat ia bercerita, pun saat ia sedang makan 😂. Hal ini juga agak bertolak belakang dengan sifatnya yang agak susah untuk bergaul, terutama pada lingkungan baru, kecuali bila ada yang sudah akrab. Istilahnya diesel alias lambat panas. Sebetulnya ini menurun sifat saya sih, yang memang agak susah untuk masuk pada lingkungan baru, hehehehe. Hari ini ia kurang antusias saat menceritakan pengalamannya di sekolah. Mungkin karena sedang puasa, sebab saat saya jemput, mimik manyun sudah terpasang di wajahnya 😆. Namu saat berbuka menjelang Ashar, ia kembali semangat kala bercerita kegembiraannya mendapatkan waktu main tambahan setelah shalat Zhuhur karena tidak harus makan siang. Jatibening, menjelang jam 10 malam Dian Meridha Giza #semuaanakadalahbintang #institutibuprofesional #kelasbundasayang

Sang Pencerita

Tantangan hari 1 game level 7 Assalammualaikum, Jumpa lagi dengan tantangan baru setelah libur sekitar 2 minggu. Sepertinya materi makin mengerucut sehingga membuat kami untuk makin terarah untuk menentukan peran yang diambil dalam kehidupan ini, terutama dalam membawa keluarga inti (anak/suami). Tantangan kali ini kami diminta untuk melihat 1 saja kelebihan dari salah satu orang terdekat kami untuk diamati dan dicatat/abadikan perkembangannya. Terus terang saya bingung ya dalam memilih diantara 2 anak yang ada, karena masing2x punya ceritanya sendiri.  Akhirnya setelah semedi dan menghitung kancing (lebay itu sih 🙈), saya memutuskan untuk memilih Nai, si sulung yang berumur 7.5 tahun, untuk ikut bermain. Selesai pilihan pertama maka lanjuy kepada pilihan kedua, yaitu kelebihan apa yang mau saya amati. Ada 3 sebetulnya yang cukup menonjol : menggambar, bercerita dan mengasuh adik. Setelah ditimbang2x, saya memilih bercerita. Sebabnya ? Dari dulu Nai memang sangat suka bercerita. Ia bisa secara runut menceritakan sesuatu sampai ke hal detail. Binar itu sangat terlihat jelas pada saat ia bercerita. Bahkan di TK dulu, guru dan teman2xnya kerap memintanya untuk berhenti saat ia menceritakan pengalamannya di depan kelas, karena ga kelar2x 🤦‍♀️.  Di satu sisi hal ini kadang juga membuat saya geregetan, karena segala sesuatu yang dikerjakannya akan bubar saat ia bercerita, pun saat ia sedang makan 😂. Hal ini juga agak bertolak belakang dengan sifatnya yang agak susah untuk bergaul, terutama pada lingkungan baru, kecuali bila ada yang sudah akrab. Istilahnya diesel alias lambat panas. Sebetulnya ini menurun sifat saya sih, yang memang agak susah untuk masuk pada lingkungan baru, hehehehe. Hari ini ia kurang antusias saat menceritakan pengalamannya di sekolah. Mungkin karena sedang puasa, sebab saat saya jemput, mimik manyun sudah terpasang di wajahnya 😆. Namu saat berbuka menjelang Ashar, ia kembali semangat kala bercerita kegembiraannya mendapatkan waktu main tambahan setelah shalat Zhuhur karena tidak harus makan siang. Jatibening, menjelang jam 12 malam Dian Meridha Giza #semuaanakadalahbintang #institutibuprofesional #kelasbundasayang

Sang Pencerita

Tantangan hari 1 game level 7 Assalammualaikum, Jumpa lagi dengan tantangan baru setelah libur sekitar 2 minggu. Sepertinya materi makin mengerucut sehingga membuat kami untuk makin terarah untuk menentukan peran yang diambil dalam kehidupan ini, terutama dalam membawa keluarga inti (anak/suami). Tantangan kali ini kami diminta untuk melihat 1 saja kelebihan dari salah satu orang terdekat kami untuk diamati dan dicatat/abadikan perkembangannya. Terus terang saya bingung ya dalam memilih diantara 2 anak yang ada, karena masing2x punya ceritanya sendiri.  Akhirnya setelah semedi dan menghitung kancing (lebay itu sih 🙈), saya memutuskan untuk memilih Nai, si sulung yang berumur 7.5 tahun, untuk ikut bermain. Selesai pilihan pertama maka lanjuy kepada pilihan kedua, yaitu kelebihan apa yang mau saya amati. Ada 3 sebetulnya yang cukup menonjol : menggambar, bercerita dan mengasuh adik. Setelah ditimbang2x, saya memilih bercerita. Sebabnya ? Dari dulu Nai memang sangat suka bercerita. Ia bisa secara runut menceritakan sesuatu sampai ke hal detail. Binar itu sangat terlihat jelas pada saat ia bercerita. Bahkan di TK dulu, guru dan teman2xnya kerap memintanya untuk berhenti saat ia menceritakan pengalamannya di depan kelas, karena ga kelar2x 🤦‍♀️.  Di satu sisi hal ini kadang juga membuat saya geregetan, karena segala sesuatu yang dikerjakannya akan bubar saat ia bercerita, pun saat ia sedang makan 😂. Hal ini juga agak bertolak belakang dengan sifatnya yang agak susah untuk bergaul, terutama pada lingkungan baru, kecuali bila ada yang sudah akrab. Istilahnya diesel alias lambat panas. Sebetulnya ini menurun sifat saya sih, yang memang agak susah untuk masuk pada lingkungan baru, hehehehe. Hari ini ia kurang antusias saat menceritakan pengalamannya di sekolah. Mungkin karena sedang puasa, sebab saat saya jemput, mimik manyun sudah terpasang di wajahnya 😆. Namu saat berbuka menjelang Ashar, ia kembali semangat kala bercerita kegembiraannya mendapatkan waktu main tambahan setelah shalat Zhuhur karena tidak harus makan siang. Jatibening, menjelang jam 10 malam Dian Meridha Giza #semuaanakadalahbintang #institutibuprofesional #kelasbundasayang

Kamis, 17 Mei 2018

Sang Pencerita

Tantangan hari 1 game level 7


Assalammualaikum,


Jumpa lagi dengan tantangan baru setelah libur sekitar 2 minggu. Sepertinya materi makin mengerucut sehingga membuat kami untuk makin terarah untuk menentukan peran yang diambil dalam kehidupan ini, terutama dalam membawa keluarga inti (anak/suami).


Tantangan kali ini kami diminta untuk melihat 1 saja kelebihan dari salah satu orang terdekat kami untuk diamati dan dicatat/abadikan perkembangannya. Terus terang saya bingung ya dalam memilih diantara 2 anak yang ada, karena masing2x punya ceritanya sendiri. 


Akhirnya setelah semedi dan menghitung kancing (lebay itu sih 🙈), saya memutuskan untuk memilih Nai, si sulung yang berumur 7.5 tahun, untuk ikut bermain. Selesai pilihan pertama maka lanjuy kepada pilihan kedua, yaitu kelebihan apa yang mau saya amati. Ada 3 sebetulnya yang cukup menonjol : menggambar, bercerita dan mengasuh adik. Setelah ditimbang2x, saya memilih bercerita.


Sebabnya ? Dari dulu Nai memang sangat suka bercerita. Ia bisa secara runut menceritakan sesuatu sampai ke hal detail. Binar itu sangat terlihat jelas pada saat ia bercerita. Bahkan di TK dulu, guru dan teman2xnya kerap memintanya untuk berhenti saat ia menceritakan pengalamannya di depan kelas, karena ga kelar2x 🤦‍♀️


Di satu sisi hal ini kadang juga membuat saya geregetan, karena segala sesuatu yang dikerjakannya akan bubar saat ia bercerita, pun saat ia sedang makan 😂.


Hal ini juga agak bertolak belakang dengan sifatnya yang agak susah untuk bergaul, terutama pada lingkungan baru, kecuali bila ada yang sudah akrab. Istilahnya diesel alias lambat panas. Sebetulnya ini menurun sifat saya sih, yang memang agak susah untuk masuk pada lingkungan baru, hehehehe.


Hari ini ia kurang antusias saat menceritakan pengalamannya di sekolah. Mungkin karena sedang puasa, sebab saat saya jemput, mimik manyun sudah terpasang di wajahnya 😆. Namu saat berbuka menjelang Ashar, ia kembali semangat kala bercerita kegembiraannya mendapatkan waktu main tambahan setelah shalat Zhuhur karena tidak harus makan siang.



Jatibening, menjelang jam 12 malam

Dian Meridha Giza



#semua anak adalah bintang

#institutibuprofesional

#kelasbundasayang


Sang Pencerita

Assalammualaikum,