Jumat, 25 Mei 2018

Tarawih

Tantangan hari 8 game level 7

Assalammualaikum,

Sepulang sekolah sebetulnya Nai ingin kembali bermain laptop untuk menulis lagi. Ia sempat menyebut sebuah nama lengkap, yang memang agak aneh terdengar ditelinga. Katanya, "klo nama ini (yang disebut) bisa ga ma ?". "Bisa, emang untuk apa ?", jawab saya. "Engga", katanya. Hmmm sepertinya ia sudah punya ide untuk sebuah cerita. Namun karena sore nanti ia akan mengaji, jadi saya tidak langsung memperbolehkannya, melainkan menundanya setelah selesai mengaji sore nanti. 

Malam hari seperti biasa, ia mulai bercerita macam2x, terutama tentang teman2xnya. Salah satunya adalah mengenai keheranannya pada kakak kelas SD 2 yang selalu berisik tiap akan performance di sekolah, bahkan sampai pakai drumband dan selalu menampilkan bela diri (kebetulan kelas mereka bersebelahan). Saya menanggapinya dengan santai, tapi dalam hati tercetus juga, "kepo amat deh ya 🤣". Sebetulnya banyak yang ingin ia ceritakan, tapi karena malam ini saya ingin mengajaknya tarawih di mesjid, jadi saya lebih sering untuk mengingatkannya supaya lekas menghabiskan makan malamnya, sehingga ia urung bercerita. Maaf ya nak, karena klo diiyakan, urusan makan bisa ga kelar2x dan cerita tarawih di mesjid bisa bubar jalan 😂.

Pertama kalinya Nai dan adiknya tarawih di mesjid, Nai cukup tertib dengan tidak banyak bicara yang ditakutkan akan menganggu jamaah lain. Saya juga membawakannya buku cerita untuk dibaca apabila ia bosan  nanti. O ya, ia juga mendapat tugas untuk mencatat isi ceramah tarawih. Saya membantunya dengan memberi poin2x saja dari ceramah tersebut. Ketika pulang, ia juga bersikeukeuh untuk minta tandatangan dari ustad yang memberikan ceramah tadi, walau saya sempat menyarankan tidak usah, karena sungkan juga rasanya mencari si ustas yang udah ga keliatan entah kemana. Akhirnya bisa juga minta tandatangan setelah bertanya kepada salah seorang jamaah laki2x yang masih ada. Saya juga bertanya, apakah ia senang dan mau lagi untuk tarawih di mesjid. Ia bilang mau dan senang sekali. Syukurlah klo begitu, semoga pengalaman tarawih pertamanya ini cukup berkesan baginya.

Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar