Minggu, 30 September 2018

Menumbuhkan dan Membangkitkan Fitrah Seksualitas sebagai Upaya Menyelamatkan Moral Bangsa

Tantangan hari ke 10 game level 11


Assalammualaikum,


Fitrah Seksualitas adalah sifat asal seseorang yang sesuai dengan ciri, sifat dan peranan sex bawaannya sejak dalam kandungan


Fitrah seksualitas penting dibangkitkan karena mempengaruhi perilaku dan pola pikir seseorang sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.


Adapun tujuan menumbuhkan fitrah seksualitas adalah agar lebih dapat mengetahui makna dan tujuan hidup kita didunia. Mereka yang mengabaikan atau terjadi ketidaktuntasan fitrah seksualitas menjadi masalah jati diri yang nantinya tidak dapat memiliki keberanian untuk melindungi dirinya. 


Bagaimana hubungannya dengan moral bangsa ?


Sudah menjadi rahasia umum klo saat ini marak sekali terjadi penyimpangan2x moral/perilaku, terutama dalam hal seksual dalam bangsa ini, Indonesia, yang tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, melainkan juga oleh anak2x. Contoh yang paling baru adalah tentang tewasnya seorang balita udia 2 tahun, yang disodomi dan dibekap dalam toilet oleh seorang pengamen jalanan berusia 10 tahun yang tengah mabuk lem. 


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=173275713548810&id=100025991466091


Ngerj dan miris tentunya. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran kita untuk menumbuhkan, membangkitkan serta merawat fitrah seksualitas sejak dini. 


Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, yaitu :

  1. Internal

       a. Membiarkan anak mengakses internet dan media eletronik lainnya tanpa pendampingan

       b. Kurangnya peran ayah dan ibu karena kesibukan masin2x

       c. Innerchild orangtua yang belum selesai

       d. Kurangnya wawasan orangtua dalam mendidik anak sesuai fitrahnya

       e. Timpang dalam proses mendidik anak

       f. Orangtua yang merasa tabu untuk membicarakan fitrah seksualitas pada anak


  1. Faktor Eksternal

       a. Tinggal pada lingkungan yang tinggi tingkat pelecehan seksualnya

      b. Pembiaran masyarakat pada masalah sosial yang terjadi di lingkungannya

      c. Kerancuan pola asuh pada keluarga yang tinggal dalam lingkungan keluarga besarnya



Semua itu memberi andil terhadap kerusakan moral yang berakibat penyimpangan perilaku seksual dalam masyarakat. 


Untuk itu diperlukan solusi yang dapat mengatasi masalah ini sejak dini, seperti :

  1. Dalam lingkungan keluarga

       a. Menanamkan pendidikan agama sejak dini

       b. Menanamkan pendidikan moral sejak dini

       c. Meningkatkan peran orangtua dalam mendidik anak, terutama dalam menumbuhkan, membangkitkan serta merawat fitrah seksualitas

      d. Sex education sejak dini

  1. Dalam lingkungan masyarakat

       a. Sex education di lingkungan

       b. Menguatkan aqidah dalam lingkungan masyarakat

  1. Dalam lingkungan negara

       a. Membuat undang2x tentang penyimpangan seksualitas


Bila hal2x tersebut dapat dilakukan, maka penyimpangan2x perilaku seksual yang terjadi dapat ditekan semaksimal mungkin dan moral masyarakat pun bisa menjadi lebih baik


Cidahoo, jam sembilan malam

Dian Meridha Giza


#bunda sayang

#fitrah seksualitas

#game level 11






Jumat, 28 September 2018

Menggali Rusaknya Fitrah Seksualitas pada Anak

Review day 9 game level 11

Kelompok 9 : Menggali Rusaknya Fitrah Seksualitas pada Anak

Assalammualaikum,
Tanpa kita sadari, fitrah seksualitas, terutama pada anak, bisa saja rusak. Apa penyebabnya ?Berikut adalah dibawah ini  :

1. Faktor Internal
a. Membiarkan anak menhakses internet dan media eletronik lainnya tanp pendampingan. Memberikan fasilitas smarphone atau gadget pada anak, yang sesungguhnya lebih merupakan ajang pamer orangtua sebagai yang sudah mapan status ekonominya. Tanpa disadari, pemberian ini bisa menikam anak dari belakang karena begitu mudah dan intensnya anak mengeksplore dunia maya yang banyak tidak mendidiknya
b. Kurangnya peran ayah dan ibu karena kesibukan masing2x. Ayah yang sibuk bekerja dan ibu yang sibuk dengan urusannya sendiri membuat anak tidak dekat dengan orang tua. Padahal mendidik fitrah seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai dengan gendernya
c. Innerchild orangtua yang belum selesai. Innerchild dalam diri kita sebetulnya bisa bertumbuh dewasa sesuai usia dan pengalaman yang kita hadapi. Hanya saja, kadangkala bila yang muncul itu adalah innerchild negatif dan sangat dan sangat menimbulkan trauma, maka butuh kesadaran penuh untuk mengenalinya dan berdamai
d. Kurangnya wawasan orangtua dalam mendidik anak sesuai fitrahnya
e. Timpang dalam proses mendidik anak. Klo anak laki2x mendapat suplai feminitas dari ibunya secara berlebihan, sedangkan suplai maskulinitas dari ayahnya kurang, maka penyimpangan fitrah seksualitas yang dialaminya adalah ia akan menjadi laki2x yang "melambai" atau kecenderungan untuk menjadi homo. Begitu juga sebaliknya dengan anak perempuan
f. Orangtua merasa tabu untuk menjelaskan fitrah seksualitas pada anak. Walaupun di sekolah mungkin sudah diajarkan mengenai anatomi tubuh manusia, tetapi adakalanya penjelasan itu terlalu singkat, terutama mengenai reproduksi manusia. Sementara di lain sisi, anak juga takut untuk bertanya kepada orangtua, kakak apalagi teman, sebab akan dianggap aneh serta menggelikan

2. Faktor Eksternal
a. Tinggal pada lingkungan yang tinggi tingkat pelecehan seksualitasnya. Misalnya di kampung2x yang berantakan serta tidak terorganisasi dengan baik, sehingga perilaku yang jahat merupakan perilaku yang dianggap wajar dan normal.
b. Pembiaran masyarakat pada masalah sosial yang terjadi di lingkungannya. Parahnya kondisi masyarakat, terutama generasi muda, bisa jadi bermula dari adanya pembiaran kita. Misal oknum orangtua yang membiarkan anaknya melakukan kesalahan, oknum guru yang membiarkan muridnya melakukan pelanggaran, oknum tokoh agama yang membiarkan pengikutnya melakukan penyimpangan, sampai kepada oknum pemerintah yang membiarkan rakyatnya melamggar aturan
c. Kerancuan pola asuh yang kadang dialami oleh keluarga yang tinggal dalam lingkungan keluarga besar. Misalnya kakek nenek yang menjadi sumber bantuan, dukungan dan dorongan. Kadang hal ini menyebabkan campur tangan mereka dalam pengasuhan anak sering melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh orangtua dalam mendisiplinkan anak


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

Kamis, 27 September 2018

Mengupas Fitrah Seksualitas dari Sisi Kultur

Review hari ke 8 game level 11

Kelompok 10 : Mengupas Fitrah Seksualitas dari Sisi Kultur

Assalammualaikum,


*Arti  Fitrah  seksualitas*

💥Menurut  KBBI :
Fitrah dapat di artikan  sebagai sifat asal,  kesucian, bakat dan pembawaan. 
Sedangkan  seksualitas adalah 1.ciri, sifat, peranan seks dan  dorongan  seks.

💥Menurut  Ust Harry Santosa 
Fitrah  seksualitas    adalah  bagaimana  seseorang  berpikir,   merasa  dan bersikap  sesuai  dengan  "fitrahnya" sebagai  lelaki sejati atau perempuan  sejati. 

💥Sedangkan  kita sebagai  orang awam  kalau berbicara  tentang  seksualitas  langsung  berpikir  tentang   peranan  seks itu  sendiri.

Fitrah seksualitas sangat penting untuk dibangkitkan, karna pada era sekarang kejahatan seksual sudah memprihatinkan.   

Adapun tujuan memperkenalkan hal tsb adalah untuk :
🌈Supaya anak mengetahui identitas dirinya apakah ia laki laki atw perempuan.
🌈Supaya anak dpt menjalankan perannya dikemudian hari
🌈Dapat mengajarkan anak bagaimana caranya melindungi diri dari kejahatan seksual yg marak skrng ini.

Sangat penting bagi anak untuk mengetahui dan menumbuhkan kan fitrah seksualnya sedini mungkin oleh orang tua walaupun sebagian masyarakat sekitar masih menganggapnya adalah hal tabu,yg tdk pantas untuk di informasi kan. Oleh karena itu orang tua juga perlu bekerja sama dgn lembaga pendidikan tempat anak anak kita bersekolah agar informasi tersebut dapat diterima tak hanya oleh anak tapi juga oleh orang lain. 

Allah berfirman dalam surat *Ar-Rum* ayat 21 "bahwa Allah menciptakan manusia itu secara berpasangan pasangan, laki-laki dan perempuan".


*Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender*

Menurut Caplan (1987) gender adalah perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan selain dari struktur biologis, yang sebagian besar justru terbentuk melalui proses sosial dan kultural. Dengan kata lain, gender sangat berkaitan erat dengan kultur.

Perbedaan gender tidak akan menjadi masalah jika tidak menimbulkan ketidakadilan (Ridwan, 2006:25)

*1. Ketidakadilan Gender*
Budaya patriarki banyak dianut oleh bangsa-bangsa timur. Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial (Charles E, Bressler 2007)
Ketidakadilan gender merupakan salah satu dampak yang diakibatkan oleh budaya patriarki.

Wujud ketidakadilan gender :
*_♦Marginalisasi (meminggirkan perempuan)_*
*_♦Subordinasi atau penomorduaan_*
*_♦Stereotipe atau citra baku_*
*_♦Kekerasan_*
*_♦Beban ganda_*

*2. Pergaulan dan perilaku seks bebas*
Sebagian besar tafsiran agama barat menempatkan perempuan pada titik yang diapresiasi namun dibungkam dalam ruang yang sempit, hanya pada sektor domestik (Khemal Andrias : 2016)
Pergaulan dan seks bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, istilah bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.

😱 Sebanyak *63%* remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya ataupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsunya (hasil survei KPAI dan Kemenkes Oktober 2013 yang dilansir di kompasiana.com)
😱 http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga Juni 2016 setidaknya ada *47* siswi SMA dan SMP yang hamil dan putus sekolah akibat seks bebas yang mereka lakukan. 
Dari seks bebas juga bisa mengakibatkan tertularnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. 

*_Faktor penyebab seks bebas :_*
⛔Kekuatan iman yang memudar
⛔Kurangnya perhatian orang tua
⛔Rasa ingin tahu yang tidak terkendali terhadap seks
⛔Tontonan tidak mendidik (internet, televisi dan gadget lain)
⛔Rendahnya pengetahuan tentang seks bebas
⛔Salah pergaulan

*3. Penyimpangan seksual*
LGBT juga merupakan salah satu efek dari masuknya budaya barat di era globalisasi ini. Akan tetapi menurut Prof. Dr. Sarlito Wirawan  Sarwono, Guru Besar Psikologi UI, keberadaan LGBT sejatinya sudah lama melekat di simbol-simbol budaya Nusantara, diantaranya :   

*_Reog Ponorogo_*
Hubungan warok sebagai pemimpin reog dan gemblak (laki-laki berparas tampan yang menaiki kuda lumping) yang biasanya berperan sebagai selir pribadi.

*_Budaya di suku Bugis, Sulawesi Selatan_*
 Masyarakatnya membagi jenis kelamin dalam 5 klasifikasi. Laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), laki-laki yang seperti perempuan (calabai), perempuan yang seperti laki-laki (calalai) dan yang tertinggi adalah bukan laki-laki juga bukan perempuan (bissu).


*SOLUSI*

*1. Kesetaraan gender* (emansipasi wanita).
Manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan Allah sesuai kodratnya berdasakan kelebihan & kekurangannya. Secara fisik, kodrat manusia tidaklah sekuat laki-laki, namun bukan berarti wanita memiliki perbedaan hak & kedudukan dengan laki-laki, walaupun tidak dalam segala hal. Dalam  QS. An-Nahl : 97 menyatakan bahwa Allah memandang kedudukan laki-laki dan wanita sama, baik dalam hak maupun kewajiban sebagai seorang muslim. Namun tetap ada batasan dalam kesetaraan gender seperti yang dijelaskan QS. An-Nisa : 34 bahwa laki-laki berkewajiban sebagai pemimpin dan wanita perlu taat terhadap laki-laki yang menjadi pemimpin & pelindungnya.

*2. Usaha menangkal seks bebas :*
1. Menghindari lingkungan buruk
2. Membatasi waktu keluar rumah
3. Mengisi waktu luang
4. Jangan salah pergaulan
5. Memperdalam iman
6. Tidak mencoba-coba
7. Peranan orang tua

*3.  Kejahatan dan penyimpangan seksual*
Pada tahun 2015, KPAI menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahunnya dan secara garis besar kelompok pelakunya yaitu orang tua, tenaga pendidik beserta orang2 disekitar lingkungan sekolah, dan orang yang tidak dikenal (Siska, 2016). Menurut peneliti pendidikan, Derajat (1971) dan Komariah (2011), model pendidikan yang direkomendasikan dalam mencegah kejahatan & penyimpangan seksual, yaitu  :
💫Penyelamatan hubungan ibu-bapak, sehingga menjadi contoh permodelan anak dalam pergaulan & kehidupan anak
💫Pendidikan agama islam mulai usia dini. Menanamkan keyakinan kepada Tuhan & bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajarannya, maka rasa keyakinan itu yang kan mengawasi segala tindakan, perkataan bahkan perasaan sang anak. 
💫Pendidikan moral. Moral bukanlah suatu pelajaran atau ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan mempelajarinya tanpa ada pembiasaan hidup bermoral, karena moral tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan perlunya peranan orang tua, guru & lingkungan sekitar anak tersebut.
Mencegah kejahatan dan penyimpangan seksual sejak dini menurut Islam (keterangan delas ada di jurnal ta’dib, namun juga telah dibahas Oleh kelompok 1) :
❗Memperkenalkan jenis laki-laki dan wanita serta batas aurat.
❗Memisahkan tempat tidur anak.
❗Mengajarkan adab meminta zin.
❗Menanamkan jiwa maskulin dan feminim pada anak
 ❗Mendidik agar senantiasa menjaga pandangan mata
❗Mendidik agar tidak melakukan khalwat & ikhtilat
❗Mengajarkan akan nilai pernikahan



Jatibening, menjelang jam 11 malam
Dian Meridha Giza

Rabu, 26 September 2018

Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Seksualitas Anak Usia 0-7 Tahun

Review hari ke 6 game level 11

Kelompok 4 : Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Seksualitas Anak Usia 0-7 Tahun

Assalammualaikum,

Fitrah : suatu kemampuan manusia yang diberikan oleh Allah SWT sejak manusia dilahirkan ke dunia (anugrah)
Seks : perbedaan badani/biologis perempuan dan laki2x (jenis kelamin)
Seksualitas menyangkut beberapa dimensi yang sangat luas (biologis, sosial, psikologis dan kultural)

Menurut KBBI, fitrah merupakan sifat asli, bakat, pembawaan perasaan keagamaan

Fitrah seksualitas anak usia 0-7 tahun dibagi memjadi 2 tahap :
1. Tahap 0-2 tahun
2. Tahap 3-7 tahun

Tahap 0-2 tahun :
Merupakan tahap menyusui yang merupakan attachment awal. Anak laki2x dan perempuan didekatkan kepada ibunya. No gadget, TV atau aktofitas lainnya, hanya fokus menyusui

Tahap 3-7 tahun :
Merupakan penguatan konsep diri berupa indentitas gender. Anak laki2x dan perempuan didekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersamaan supaya anak bisa membedakan mana laki2x dan perempuan, untuk kemudian dapat membedakan gender mereka sendiri.

Adapu hal2x yang sudah harus diajarkan pada usia 3-7 tahun :
1. Penguatan gender anak
Dikenalkan tentang anggota tubuj dan jenis kelaminnya, dengan cara bermain role play, membaca buku cerita atau bermain puzzle
2. Mengenalkan rasa malu pda anak laki2x dan perempan
Tidak diperkenankan telanjang di hadapan orang lain dan dilarang mandi bersama antara kakak adik
3. Mengenalkan aurat
Dibawah 7 tahun memang belun wajib untuk menutup aurat namun sangat dianjurkan untuk pembiasaannya, yang juga berfungsi sebagai identitas muslim/muslimah
4. Membiasakan sejak dini memakaikan pakaian yang sesuai dengan jmlah kelamin anak. 
5. Menjelaskan cara membersihkan dan merawat organ kelamin
Mengajarkan bahwa kotoran dan air kencing itu najis yanh harus dibersihkan/istinja dengam air
6. Menjelaskan kepada anak2x akan berharganya setiap anggota tubuh mereka dan cara melindunginya
7. Memperkenalkan konsep kehamilan kepada anak
8. Mengenalkan kepada anak tentang anggota tubuh dan organ reproduksinya

Adapun tantangan fitrah seksualitas anak usia 0-7 tahun adalah :
1. Maraknya pelecehan seksual
2. Anak perempuan yang ingin memakai pakaian seperti temannya walaupun tidak sesuai dengan nilai/value dalam keluarganya
3. Maraknya penyebaran ideologi LGBT
4. Tontonan yang menampilkan laki2x menyerupai perempuan ataupun sebaliknya di TV dan medsos
5. Menghadapi fase anak yang memainkan alat genital

Fitrah seksualitas anak dan stimulasinya untuk usia 3-7 tahun :
1. Harus dekat dengan ayah dan ibu
2. Pengenalan konsep gender
3. Mengenal nama dan fungsi anggota tubuh serta batasan auratnya
4. Mengenal dan terlatih untuk menjaga auratnya
5. Mengenal dan terbiasa berpakaian yang sesuai untuk anak laki2x maupun perempuan (dikenalkan dengan hijab untuk muslim)
6. Mengajarkan dan mempersiapkan masa pubertas(mimpi basah untuk laki2x dan menstruasi untuk perempuan)
7. Menjelaskan cara merawat kesehatan dan kebersihan organ
8. Menjelaskan perubahan fisik dan hormon saat puber
9. Mengajarkan anak menghargai dan melindungi tubuhnya sendiri
10. Menjelaskan secar ilmiah proses kehamilan dan persalinan secar sederhana untuk anak perempuan
11. Menjalin komunikasi yang baik agar timbul keterbukaan anak pada orangtuanya


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Seksualitas Anak Usia 0-7 Tahun

Review hari ke 6 game level 11 Kelompok 4 : Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Seksualitas Anak Usia 0-7 Tahun Assalammualaikum, Fitrah : suatu kemampuan manusia yang diberikan oleh Allah SWT sejak manusia dilahirkan ke dunia (anugrah) Seks : perbedaan badani/biologis perempuan dan laki2x (jenis kelamin) Seksualitas menyangkut beberapa dimensi yang sangat luas (biologis, sosial, psikologis dan kultural) Menurut KBBI, fitrah merupakan sifat asli, bakat, pembawaan perasaan keagamaan Fitrah seksualitas anak usia 0-7 tahun dibagi memjadi 2 tahap : 1. Tahap 0-2 tahun 2. Tahap 3-7 tahun Tahap 0-2 tahun : Merupakan tahap menyusui yang merupakan attachment awal. Anak laki2x dan perempuan didekatkan kepada ibunya. No gadget, TV atau aktofitas lainnya, hanya fokus menyusui Tahap 3-7 tahun : Merupakan penguatan konsep diri berupa indentitas gender. Anak laki2x dan perempuan didekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersamaan supaya anak bisa membedakan mana laki2x dan perempuan, untuk kemudian dapat membedakan gender mereka sendiri. Adapu hal2x yang sudah harus diajarkan pada usia 3-7 tahun : 1. Penguatan gender anak Dikenalkan tentang anggota tubuj dan jenis kelaminnya, dengan cara bermain role play, membaca buku cerita atau bermain puzzle 2. Mengenalkan rasa malu pda anak laki2x dan perempan Tidak diperkenankan telanjang di hadapan orang lain dan dilarang mandi bersama antara kakak adik 3. Mengenalkan aurat Dibawah 7 tahun memang belun wajib untuk menutup aurat namun sangat dianjurkan untuk pembiasaannya, yang juga berfungsi sebagai identitas muslim/muslimah 4. Membiasakan sejak dini memakaikan pakaian yang sesuai dengan jmlah kelamin anak. 5. Menjelaskan cara membersihkan dan merawat organ kelamin Mengajarkan bahwa kotoran dan air kencing itu najis yanh harus dibersihkan/istinja dengam air 6. Menjelaskan kepada anak2x akan berharganya setiap anggota tubuh mereka dan cara melindunginya 7. Memperkenalkan konsep kehamilan kepada anak 8. Mengenalkan kepada anak tentang anggota tubuh dan organ reproduksinya Adapun tantangan fitrah seksualitas anak usia 0-7 tahun adalah : 1. Maraknya pelecehan seksual 2. Anak perempuan yang ingin memakai pakaian seperti temannya walaupun tidak sesuai dengan nilai/value dalam keluarganya 3. Maraknya penyebaran ideologi LGBT 4. Tontonan yang menampilkan laki2x menyerupai perempuan ataupun sebaliknya di TV dan medsos 5. Menghadapi fase anak yang memainkan alat genital Fitrah seksualitas anak dan stimulasinya untuk usia 3-7 tahun : 1. Harus dekat dengan ayah dan ibu 2. Pengenalan konsep gender 3. Mengenal nama dan fungsi anggota tubuh serta batasan auratnya 4. Mengenal dan terlatih untuk menjaga auratnya 5. Mengenal dan terbiasa berpakaian yang sesuai untuk anak laki2x maupun perempuan (dikenalkan dengan hijab untuk muslim) 6. Mengajarkan dan mempersiapkan masa pubertas(mimpi basah untuk laki2x dan menstruasi untuk perempuan) 7. Menjelaskan cara merawat kesehatan dan kebersihan organ 8. Menjelaskan perubahan fisik dan hormon saat puber 9. Mengajarkan anak menghargai dan melindungi tubuhnya sendiri 10. Menjelaskan secar ilmiah proses kehamilan dan persalinan secar sederhana untuk anak perempuan 11. Menjalin komunikasi yang baik agar timbul keterbukaan anak pada orangtuanya Jatibening, menjelang jam 12 malam Dian Meridha Giza

Selasa, 25 September 2018

Mengupas Kembali Seks dengan Gender dan Bagaimana Menjaga Anak dari Penyimpangan Fitrah Seksualitas

Review hari ke 6 game level 11

Kelompok 8 : Mengupas Kembali Seks dengan Gender dan Bagaimana Menjaga Anak dari Penyimpangan Fitrah Seksualitas

Assalammualaikum,




🌺 Pengertian Seks dan Gender
Seks dapat diartikan sebagai Jenis Kelamin Biologis Gender diartikan sebagai jenis kelamin sosial

🌺 Penyimpangan Seksual 
• Segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan sesksual dengan cara yang tidak sewajarnya (dari berbagai sumber)

🌺 Jenis Penyimpangan Seksual
1. Perzinaan 
2. Perkosaan
3. Pelacuran
4. Homoseksual Lesbianisme
5. Pedofilia 
6. Transvetisme (Waria) 
7. Seks dubur (sodomi)
8. Onani/Mastrubasi 
9. Pamer Alat Vital Pengintip (Voyeurisme) 
10. Hubungan intim sedarah (Insestus)
11. Seks dengan kekerasan (sadisme) 
12. Fetikhisme (pecinta bagian tubuh atau benda mati) Pecinta Mayat (Nekrofilia)
13. Seks segitiga (Troilisme)
14. Seks dengan hewan (Bestialitas)


🌺 Penyebab Penyimpangan Seksual 

_Faktor Internal_
• Kelainan Fisik sejak lahir 
• Kelainan Pengaruh Obat 
• Problem Emosional 

_Faktor Eksternal_
• Lingkungan Keluarga (informasi tentang pendidikan seks tidak didapatkan langsung dari keluarga karena dianggap tabu, sehingga anak mencari diam diam)
• Lingkungan Sosial (pergaulan yang bebas dan tontonan yang tidak mendidik)
• Lingkungan Sekolah (kurangnya kurikulum sekolah yang mensosiaisaikan tentang moral dan pendidikan seks, sekolah umumnya menitik beratkan pada pendidikan intelektual/IPTEK)

🌺 Akibat 
• Kehamilan di luar nikah (yang apabila dibedah juga rentetannya akan panjang) 
• Aborsi 
• Perasaan bersalah 
• Emosi tidak stabil 
• Meresahkan masyarakat 
• Penyakit menular seksual

🌺 Cara Mencegah Penyimpangan Seksual Pendidikan seks yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan memberikan materimateri terkait dengan seks, diantaranya: 
• Memberikan pelajaran tentang perbedaan jenis kelamin (bentuk tubuh dan fungsinya). 
• Memberikan pemahaman tentang cara bersikap dan bergaul dengan lawan jenis atau sejenis (yang dibolehkan atau tidak).
• Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk penyimpangan seksual. 
• Mampu membedakan mana penyimpangan, pelecehan, atau kekerasan seksual, dan mana yang bukan. 
• Mencegah agar anak tidak menjadi korban, atau bahkan pelaku penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual. 
• Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahukan kepada orangtua/guru apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual.

Cara mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan seksual di usia muda :
1. Faktor Internal 
    a. Pernahkah anak mengalami krisis identitas maupun hal2x yang di luar kebiasannya, seperti membentuk kelompok/geng dan berpakaian dengan mode yang tidak sesuai
       b. Kontrol diri yang lemah dengan adanya perubahan perilaku dan temperamen, misalnya menjadi lebih pemarah/pendiam

2. Faktor Eksternal
     a. Keluarga dan teman sebaya (apakah ada yang  kurang baik atau tidak)
        b. Komunitas/lingkungan tempat tinggal (misalnya apakah sering terjadi pengrusakan atau peredaran pornografi)


_*“Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman, yaitu orang yang khusu’ dalam sholatnya, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan yang MENJAGA KEMALUANNYA. (Q.S Al Mu’minum 1-5)“*_


Jatibening, setengah 12 malam
Dian Meridha Giza

Senin, 24 September 2018

Menumbukan fitrah seksualitas pada anak usia 7-10 tahun

Review hari ke 5 game level 11 Kelompok 1 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak Usia 7-14 Tahun Assalammualaikum, Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Manusia lahir bukanlah sebagai kertas putih, Tuhan telah membekali dengan potensi potensi baik, ibarat gawai yang telah dilengkapi dengan aplikasi aplikasi canggih. Selain itu, Tuhan juga telah menjadikan otak manusia dilengkapi dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk manapun yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC). PFC memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol. Inilah lagi lagi bukti bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai sebaik baik penciptaan. Maka tugas orangtua untuk menjaga potensi baik anak anak agar tetap baik atau mengupayakan agar menjadi lebih baik ini, sesungguhnya telah dimudahkan oleh Tuhan, tetapi malah banyak orangtua yang justru abai atau bahkan merusaknya. Dari berbagai rujukan paling tidak ada 7 fitrah atau potensi dasar manusia. Salah satunya adalah fitrah seksualitas. Fitrah Seksualitas Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kelainan fungsi alat reproduksi yang bersifat biologis yang disebut interaksi atau Ambigua Genitalia adalah kelainan yang bisa di koreksi secara medis. Pada anak perempuan akan mewujud dalam bentuk fungsi memproduksi sel telur, mengandung, menyusui, dan merawat. Pada anak laki-laki mewujud dalam peran membuahi, melindungi dan menafkahi. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia baligh. "Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali." (An-Nissa [4]:1) Menumbuhkan fitrah seksualitas anak usia 7 - 14 tahun Melihat ulasan diatas kita dapat memahami bahwa kita terlahir sudah dengan fitrahnya. Fitrah yang seharusnya tetap terjaga sejak lahir hingga nanti dewasa. Sebagai orangtua, kita pun harus bisa menjaga fitrah pada anak agar tetap tumbuh subur sejak ia lahir sampai dewasa nanti. Mendidik fitrah seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai dengan gendernya. Yaitu bagaimana seorang laki2x berpikir, bersikap, bertindak dan merasa sebagaimana laki2x dan begitu juga sebaliknya yaitu bagaimana seorang perempuan berpikir, bersikap, bertindak dan merasa sebagaimana perempuan. Prinsip Fitrah Seksualitas : 1. Memerlukan kehadiran, kedekatan dan kelekatan ayah dan ibu sejak lahir secara utuj dan seimbang sampai anak berusia 15 tahun (aqil baligh) 2. Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberi suplai feminitas secara berimbang. Anak laki2x memerlukan suplai maskulinitas sebanyak 75% dan feminitas 25%. Begitu juga sebaliknya, anak perempuan memerlukan suplai feminitas sebanyak 75% dan maskulinitas 25%. 3. Mendidik fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna dan akan berujung pada tercapainya peran keayahan sejati untuk anak laki2x serta peran keibuan sejati pada anak perempuan. Adapun buahnya adalah berupa adab yang mulia kepada pasangan dan keturunan. Tahap usia 7-10 tahun (pre aqil baligh) adalah tahap penyadaran potensi gender dengan beragam aktifitas yang relevam dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada tahap usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan konsep kelelakiannya langsung dari ayah. Mereka lebih didekatkan ke ayah karena pada usia ini egosentris anak bergeser pada sosio sentris. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya. Ayah akan membimbing anak lelakinya pada peran sosialnya. Misalnya dengan mengajak anak shalat berjamaah di mesjid, melakukan kegiatan pertukangan bersama atau menghabiskan waktu di bengkel bersama. Selain itu ayah juga menjelaskan fugsi reproduksi yang dimilikinya, misalnya konsekuensi sperma bagi laki2x. Begitu juga dengan anak perempuan yang lebih didekatkan ke ibu untuk disadarkan peran keperempuannya dalam dalam kehidupan sosialnya. Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuan anak. Misalnya memberi pengetahuan tentang ASI (air susu ibu) agar kelak anak perempuannya dapat melakukan tugas menyusuinya dengan baik. Lalu mengajarkan tentang pentingnya pendidikan bagi seorang ibu. Seorang ibu haruslah terdidik, karena ibu merupakan sekolah pertama bagi anak2xnya. Lalu bisa juga melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan bergizi bagi keluarga. Dan yang tak kalah penting adalah ibu menjadi orang pertama yang menjelaskan konsekuensi adanya rahim bagi perempuan. Indikator di tahap pre aqil baligh adalah anak laki2x kagum dan ingin seperti ayahnya, begitu juga dengan anak perempuan yang kagim dan ingin menjadi seperti ibunya. Fitrah based education pre aqil baligh 7-10 tahun : 1. Fitrah keimanan : penumbuhan dan oenyadaran potensin ketaatan melalui ayat Allah di alam dan kitabullah 2. Fitrah Jasmani 3. Fitrah belajar dan bernalar 4. Fitrah seksualitas dan cinta 5. Fitrah estetika dan bahasa 6. Fitrah bakat dan kepemimpinan 7. Fitrah perkembangan 8. Fitrah individualitas Pre aqil baligh awal : Usia 7-10 tahun semua konsepsi harus selesai menuju kepada penyadaran dan penumbuhan semua potensi. Tahap ini adalah golden age bagi fitrah belajar dan bernalar, karena anak sudah sangat kritis dalam bernalar. Namun kritisnya itu harus mengarah kepda Allah sebagai maha pengatur dan maha pelindung. Sehingga anak menyadari keteraturan ciptaan Allah di alam semesta, termasuk pada diri dan sosialnya. Persiapan menuju tahap latih pre aqil baligj : Shalat mulai diperintahkan di usia 7 tahun, sebagai penanda bahwa semua adab sudah diperintah dengan baik dalam aktifitas keseharian. Dan pada usia 10 tahun boleh dipukul (selama tidak melukai dan menghinakan) sebagai warning (walaupun klo bisa jangan sampai terjadi). Mengapa ? Karena di usia ini merupakan titik kritis mengenal Allah dan mengenal diri (bakat), serta mulai memiliki tanggung jawab sosial. Jatibening, menjelang jam 12 malam Dian Meridha Giza

Minggu, 23 September 2018

Fitrah Seksualitas - Bijak Dalam Menanggapi Pertanyaan Kritis

Tantangan hari ke 4 game level 11

Assalammualaikum,

Dalam konsep tarbiyah Jinsiyah dalam usaha menumbuhkan dan menjaga fitrah seksualitas anak, ada point yang menyebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk menjelaskan ayat2x al Qur'an mengenai proses kejadian manusia hingga terlahirnya bayi ke dunia. Kebetulan Nai, yang November besok insya allah akan berumur 8 tahun, mulai bertanya hal2x kritis tersebut. Misalnya, darimana bayi keluar, kenapa mama klo haid itu ga boleh shalat, kenapa masih suka pakai pampers (pembalut maksudnya), dsb. 

Jujur agak risih juga untuk menjelaskan, karena sebagai generasi yang lahir lebih dulu, hal2x tersebut memang agak sungkan untuk disinggung 😂. Sampai saat ini saya memang masih berusaha untuk menjelaskan secara sederhana dengan bahasa yang sekiranya bisa dimengerti olehnya. Kebetulan juga punya buku "Aku Anak Berani", yang didalamnya ada kisah tentang seorang anak yang bertanya kepada ibunya, darimana bayi lahir. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa bayi keluar/lahir dari lubang kecil dibawah lubang kita pipis (aduh maaf klo bahasanya terkesan saru/tidak sopan 🙏🏻). 

Apakah pertanyaan berhenti sampai disitu ? Tentu tidak. Karena Nai dan bahkan adiknya melanjutkan dengan, "disebelah mana ma, kok ga keliatan ?". Gubrak saya 🤦‍♀️. Klo udah begitu, kira2x saya harus jawab apa 😂. Biasanya saya akan menjawab klo lubang itu kecil sekali dan agak susah untuk dilihat. Dan pertanyaan pun masih terus berlanjut, "emang muat ?" 😬

Hal2x seperti ini memang harus diantisipasi dengan ilmu dan peningkatan pengetahuan dari sumber2x yang memang dapat dipercaya kredibilatasnya, agar orang tua dapat menjawab pertanyaan cerdas anak2x yang seringnya membuat kita terbelalak saking kagetnya 🙈. 

Dan ternyata kita pun harus mencari tau bahkan sampai ke ayat Al Qur'annya., sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. 

Sebab itulah kenapa sangat penting bagi orang tua untuk terus mengupgrade diri supaya tidak salah dalam mendidik anak, termasuk menjawab pertanyaan2x kritisnya. Terutama dalam fitrah seksualitas ini, idealnya anak memang mendapatkan pengetahuan pertama serta jawaban2x atas pertanyaannya dari orangtuanya sendiri. 


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

Sabtu, 22 September 2018

Fitrah Seksualitas - Aurat

Day 3 game level 11

Assalammualaikum,


Sesuai dengan kesepakatan dalam game, hari ini dan besok (weekend) tidak ada diskusi, sehingga kami diharuskan untuk belajar sendiri dan ulasannya.

Dalam bahasa singkat, saya mendefinisikan fitrah seksualitas sebagai sifat bawaan seseorang sesuai dengan gender/jenis kelaminnya. Misal perempuan itu lembut serta keibuan dan laki2x macho serta kebapakan.

Kebetulan anak 2 saya perempuan semua, berarti saya harus membangun/menyadarkan mereka akan sifat2x keibuan yang sebenarnya sudah ada dalam diri mereka sesuai dengan tahapan umurnya masing2x.

Kakak Nai yang November besok insya allah akan berusia 8 tahun sudah bisa atau dimatangkan lagi konsep akan perbedaan gender yang lebih detal, seperti kenapa perempuan bisa hamil dan laki2x tidak bisa. 

Sementara adek Jasmine yang masih berumur 4 tahun masih sibuk dengan mengenalkan serta mengajarkan cara membersihkan kemaluannya sendiri.

Disamping itu juga sambil tetap memberikan pendidikan seks ala islam atau yang disebut juga sebagai tarbiyah Jinsiyah, yang didasari dengan keimanan terhadap Allah SWT.

Salah satunya yang paling mudah ada konsep aurat. Jujur anak2x saya sepertinya memang belum begitu menancap konsep aurat ini, walaupun untuk anak yang besar sekalipun. Mereka masih bisa berlarian dalam keadaan tanpa busana saat mau mandi 🤦‍♀️. Dan ketika saya tanyakan kepada yang besar apakah ia tau yang namanya aurat dan harus bagaimana semestinya, ia menjawab tau tapi perilakunya seperti belum tau 😬. Sang adik sepertinya hanya mengikuti kakak saja. 

Sebetulnya sudah sering saya kenal serta jelaskan akan hal ini. Terutama karena berhubungan juga dengan konsep area pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, yaitu bibir, dada, kemaluan dan pantat. Tapi entah mengapa ketika tiba saatnya mandi, semua seperti buyar 🙈

Masih menjadi PR besar bagi saya untuk membuat mereka mengerti, memahami, melakukan dan menaatinya sebagai suatu norma/perilaku yang memang sudah seharusnya.


Jatibening, jam 11 malam
Dian Merida Giza

Jumat, 21 September 2018

Review kel 5 : Menumbuhkan dan Menjaga Fitrah Seksualitas

Day 2 : Menumbuhkan dan Menjaga Fitrah Seksualitas

Assalammualaikum,

Apa itu fitrah seksualitas ?

Menurut KBBI, fitrah/fit-rah/n berarti sifas asal; kesucian; bakat; pembawaan. Sek-su-a-li-tas/seksualitas/n 1ciri, sifat, atau peranan seks; 2dorongan seks; 3kehidupan seks.
Maka itu dengan memahami dirinya untuk bersikap, berpikir, bertindak sesuai dengan gendernya yang berkaitan dengan keunikan atau keistimewaan dalam menjalankan perannya di masyarakat. 

Apakah penting untuk dibangkitkan ?
Tentu saja sangat penting, karena mempengaruhi perilaku dan pola pikir seseorang sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Tujuan menumbuhkan fitrah seksualitas :
Agar lebih dapat mengetahui makna dan tujuan hidup kita didunia. Mereka yang mengabaikan atau terjadi ketidaktuntasan fitrah seksualitas menjadi masalah jati diri yang nantinya tidak dapat memiliki keberanian untuk melindungi dirinya. Sudah banyak terjadi pada saat ini orang-orang yang labil, ikut-ikutan dan berjalan tanpa arah. Hal ini membawa dampak yang sangat besar, salah satu contohnya LGBT.

Tantangan dalam menumbuhkan fitrah seksualitas :
1. Komunitas LGBT dan Pedophilia
   Menurut KPAI pada tahun 2017 bahwa kasus LGBT menjadi permasalahan kedua terbesar anak di Indonesia. Komunitas LGBT telah mengkampanyekan orientasi seksual menyimpang mereka secara masif , cepat dan terorganisir.  Bisa kita temukan ada beberapa negara yang sudah melegalitaskan komunitas ini , seperti Amerika dan beberapa negara Eropa. Melalui penyebaran media sosial saat ini lebih sering menampilkan foto dan tayangan yang tidak baik untuk anak. Anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan telah menjadi sasaran empuk predator LGBT, karena belum mampu menyaring informasi yang sesuai dengan perkembangan dirinya.
2. Teladan/contoh 
  Sejak manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala watak fitrah manusia kecendrngan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, bisa dalam kebaikan maupun keburukan. Jika kita memperhatikan kondisi saat ini, kita akan mendapati suatu kenyataan yang sangat memprihatinkan, karena kebanyakan justru mengagumi dan mengidolai orang-orang yang tingkah laku dan gaya hidup mereka sangat bertentangan dengan fitrah manusia.
Pembiaran yang keliru ini berdampak yang kurang baik dna tidak sesuai fitrah banyak ditemukan di masyarakat, seperti dianggap lumrah perempuan berpakaian dan bersikap seperti laki-laki (tomboi) dan sebaliknya, karakter laki-laki melambai dan perempuan kekar/macho, dll. 
3. Kesalahan pengasuhan
  Kurangnya ilmu pengetahuan tentang seksualitas pada orangtua sehingga menyebabkan penyimpangan fitrah seksualitas bukan genetik tetapi karena kesalahan dari orangtua itu sendiri. Contohnya : 
🌼orang tua kerap kali melakukan kesalahan pengasuhan 
🌼lalai dalam mengajarkan tentang fitrah seksualitas dalam Pendidikan
🌼tidak bisa menjaga anak dari penularan perilaku lingkungan.

Untuk solusi, diperlukan dukungan dari berbagai lingkungan :
1. Lingkungan rumah :
a. Menanamkan aqidah yang kuat pada anggota keluarga terutama anak.
b. Orang tua menjadi teladan dalam menjaga aurat dan menjalankan peran sesuai fitrahnya. 
c. Orang tua belajar cara menumbuhkan fitrah seksualitas sesuai rentang usia. 
d. Seks education sejak dini 
e. Perhatian dan kasih sayang dari orang tua. 
f. Pendidikan dari rumah bergantung kehadiran, kedekatan, dan kelekatan ayah ibu secara utuh dari lahir sampai aqil baligh.
2. Lingkungan masyarakat
a. Seks education di lingkungan
b. Penyuluhan dan pengawasan secara berkala
c. Menguatkan aqidah dalam masyarakat dengan cara merutinkan kajian
3. Lingkungan negara/Lembaga Pemerintahan
a. Membuat & mengesahkan UU Perlindungan anak 
b. Membuat UU tentang penyimpangan seksualitas

Cara menumbuhkan fitrah seksualitas berdasarkan unur :
1. 0-2 TAHUN
Pada usia ini, anak-anak sedang mengembangkan rasa ingin tahu termasuk memahami dari setiap bagian tubuhnya. Mengenalkan nama dan memberikan persepsi bagian kelamin adalah hal yang wajar, bukan hal yang tabu. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan perbedaan anggota tubuhnya dengan anggota tubuh orang dewasa dan melihat perbedaan laki-laki dan perempuan, serta mampu mengidentifikasi jenis kelamin orang-orang yang dijumpainya.
2. 2-5 TAHUN
Setelah anak mengetahui nama dan perbedaaan bagian kelamin, pada usia 2-3 tahun, ajari anak kegiatan toilet training dan cara membersihkan dan memelihara kesehatan alat kelaminnya secara bertahap. Dalam tahap ini anak akan mulai bertanya mengenai kehamilan dan melibatkan peran gender kedalam kehidupan mereka. Misal mobil-mobilan adalah mainan anak laki-laki, sementara boneka cantik adalah mainan anak perempuan. Sehingga ia tidak mau bermain dengan mainan yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh perlakuan orangtua kepada anaknya. Semakin orangtua membedakan peran perempuan dan laki-laki secara umum, anak juga semakin melihat perbedaan jenis kelamin dalam kehidupan sehari-harinya.
Selain itu ajarkan pada anak-anak rasa malu saat alat kelaminnya terlihat orang lain. Sehingga anak juga akan malu jika menyentuh alat kelaminnya didepan umum.
3. 5-9 TAHUN
Semakin berkembang anak pada usia ini sudah mulai membedakan peran gender secara umum. Misalnya ayah dan ibu berperan sebagai orangtua yang bertanggungjawab terhadap anak-anak. Lalu ajarkan anak cara mengekspresikan kasih sayang dengan rescpect, dengan menunjukkan rasa berterima kasih jika diberikan suatu hadiah dari orangtua dan kerabat dekatnya. Mungkin anak akan bertanya berbagai macam hal.  Dengan pemahaman perbedaan gender semakin tinggi, orangtua bisa kenalkan arti pernikahan bahwa setiap orang bisa memilih pasangan untuk menikah atau dijodohkan.
4. 9-12 TAHUN
Di usia ini anak tak hanya tahu perannya, namun juga bertanggungjawab sebagai anggota keluarga, misalnya kakak dan adik saling menjaga selama bermain. Jika ada hal yang membahayakan, kakak atau adik harus segera memberitahu ayah atau ibu. 
Komunikasi antar anggota keluarga penting dalam mengambil keputusan. Karena tahapan usia ini anak sudah dikenalkan dengan tanggungjawab, jadi sangat disarankan meminta pendapat mereka dalam musyawarah keluarga. Anak akan merasa dihargai dan lebih percara diri untuk mengungkapkan isi pikiran mereka. Begitu juga dalam hal memilih teman. Orangtua bisa mulai mengajarkan pertemanan yang sehat, agar bisa diarahkan untuk pengembangan social yang baik, seperti kerjasama, tolong menolong, berbagi, simpati, empati dan saling membutuhkan satu sama lain. Pengetahuan dan pengalaman anak-anak akan semakin kaya. Dengan memperkenalkan anak tentang menjadi orangtua dan rasa bertanggung jawab sebagai suatu pembiasaan positif agar mampu mengendalikan diri dan memanfaatkan emosi secara produktif.
5. 15-18 TAHUN
Setelah anak sudah mulai memahami struktur anatomi genital dan fungsi-fungsinya serta perbedaan gender, disini orangtua bisa menjelaskan berbagai macam penyimpangan seksual dan tantangan yang terjadi serta menyikapi pandangan masyarakat memandang kondisi tersebut. 
Tahap usia ini adalah masa perkembangan orientasi masa depan, sebagai individu yang sedang mengalami proses peralihan dengan mengarahkan pada persiapan memenuhi tuntutan dan harapan peran sebagai orang dewasa, orangtua dapat mengajarkan anak untuk mencari nafkah (laki-laki) dan merawat makhluk hidup (perempuan).


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

Kamis, 20 September 2018

Mengenal Kembali Fitrah Seksualitas : Definisi, Tantangan dan Solusi

Day 1 Review presentasi dari kelompok 7 Assalammualaikum, Fitrah adalah sifat asal , pembawaan. Seksualitas adalah ciri, sifat, peranan sex, kehidupan sex. Sehingga Fitrah Seksualitas adalah sifat asal seseorang yang sesuai dengan ciri, sifat dan peranan sex bawaannya sejak dalam kandungan. Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki atau perempuan. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah­ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia balig. Wahai manusia, bertakwalah kamu sekalian kepada tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki­laki dan perempuan yang banyak sekali (An Nissa : 1) Fitrah seksualitas perlu dikembangkan agar mengenali dan paham akan alat reproduksi dan peranan seksualitasnya. Adapun tantangannya adalah : 1. Kurangnya pengasuhan dari orang tua (perasaan tabu untuk membahas seksualitas dengan anak serta kurangnya pengetahuan serta wawasan yang benar tentang pendidikan seks). 2. Kejahatan seksual dan LGBT. 3. Kurangnya peran serta ayah dalam menanamkan tarbiyah jinisiyah pada anak. Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina. Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam merupakan bagian dari pendidikan akhlak, yang didasari dengan keimanan. Dengan iman yang mantap, seseorang akan rela melakukan segala perintah Allah dan RasulNya serta menghentikan segala larangannya. Tarbiyah Jinsiyah beda dengan Sex education versi Barat * Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak & adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT. * Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb. Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat. Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita.. 1- Memperkenalkan konsep Aurat. 2- Memisahkan tempat tidur anak dan menjelaskan adab-adab kesopanan di rumah & diluar rumah. 3- Mendidik adab-adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58) 4- Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminine pada anak perempuan. 5- Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom. 6- Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (ghoddul bashar). 7- Mengenalkan sanksi-sanksi perzinahan dalam Islam. 8- Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath (campur baur/pergaulan bebas) di antara laki-laki dan perempuan. 9- Mendidik agar tidak melakukan khalwat (berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom). 10- Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj. 11- Mendidik konsep Thoharoh sepertimenjaga kebersihan mulut, alat kelamin, cara wudhu, mandi dll. 12- Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan haid secara bijaksana. 13- Menjelaskan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah. 14- Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat. 15- Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar-benar akan menikah. Sehingga solusinya adalah : 1. Mengupgrade pengetahuan dan wawasan. 2. Menjelaskan secara bertahap sesuai tahapan usia anak (1-5 tahun itu menjelaskan anggota tubuh anak secara detail; 5-10 tahun menjawab pertanyaan anak secara benar; dan mengenalkan tentang haid, mimpi basah dan perubahan fisik untuk 10-12 tahun). 3. Menjelaskan lebih rinci sesuai dengan jenjang pendidikan anak. Untuk anak TK-SD : ‐ Mengenalkan organ tubuh, perbedaan fisik laki dan perempuan, kebersihan dan kesehatan organ, melindungi tubuhnya sendiri, proses kehamilan dan kelahiran secara sederhana, masa pubertas, memisahkan tempat tidur anak "Ajarilah anak‐anak kalian shalat pada usia 7 tahun. Pukulah mereka karena (meninggalkan)nya pada usia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka (H.R Ahmad dan Abu Dawud)". ‐ Izin ketika masuk kamar ‐ Tidur dalam posisi miring ke kanan ‐ Memperkenalkan konsep Aurat. ‐ Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki‐laki dan feminine pada anak perempuan. ‐ Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan haid secara bijaksana. ‐ 3‐6 tahun didekatkan kepada ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, anak harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun (bersikap, bebicara, merasa sesuai seksualitasnya) kelekatan telah terbangun kuat bukan hanya bonding ‐ usia 7‐10 tahun anak laki didekatkan pada ayah dan anak perempuan didekatkan pada ibu, agar peran sosial seorang laki2/perempuan dan peran seorang ayah/ibu ‐ usia 10 tahun anak perempuan didekatkan dengan ayahnya dan anak laki2 didekatkan pada ibunya, agar menjadi rujukan pertama tentang lawan jenisnya. Indikatornya ayah jadi figur idola anak perempuan dan ibu jadi figur idola anak laki2 Anak SMP Mengenalkan organ seks lebih detail, kondisi patologis organ seks, pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan, penjelasan mengenai safe sex. ‐ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat ‐ Menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis ‐ Mengajarkan mandi janabah ketika anak mendekati baligh ‐ Menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika anak mendekati baligh ‐ Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom. ‐ Akhlak/adab pada keluarga dan keturunan personal yang dewasa dengan peran keayahan / peran keibuan yg kokoh. indikator mamou menjadi ayah sejati dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik ‐ Mengikuti komunitas/kelompok mentoring dengan bimbingan mentor yang terpercaya Remaja SMA menjelaskan bahaya PMS, hubungan pria‐wanita, menikah, penguatan iman, akhlak, adab, bicara. ‐ Mendidik adab‐adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58) ‐ Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj. ‐ Menjelaskan ayat‐ayat al‐Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah. ‐ Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat. ‐ 15‐ Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar‐ benar akan menikah. Jatibening, menjelang jam 12 malam Dian Meridha Giza

Jumat, 14 September 2018

Aliran Rasa Game Level 10

Aliran rasa game level 10


Assalammualaikum,



Mendongeng ? ? ? Ehmmmm sepertinya agak sulit untuk di kamus saya. Kenapa ? Karena saya kurang kreatif dalam berimajinasi 😂. Yang sering saya lakukan hanyalah membacakan buku, yang seringkali kalimatnya saya sederhanakan agar mudah dicerna oleh anak2x. Tapi klo full mengarang suatu cerita ? Hehehehehe 🤣.

Tapi di game kali ini, mau ga mau saya harus bisa mendongeng, setidaknya belajarlah 🙈. Jujur di awal2x asli kaku banget, dan dongeng saya pun lebih sering kepada cerita yang saya ingat, hanya tokohnya saja yang diganti dan alurnya dibuat lebih sederhana. Barulah makin kesini otak mulai nyambung untuk bikin dongeng yang full ngarang 😂.

Hasilnya ? Ternyata tidak terlalu buruk juga, karena anak2x sangat antusias, baik dalam mengikuti alur cerita maupun menebak2x isi ceritanya. 

Memang tidak ada sesuatu yang  mustahil selama masih mau mencoba, yang penting adalah niat dan usaha. Sekarang yang penting adalah menjaga konsistensi penerapannya dalam keseharian supaya makin terasah nantinya dan anak2x juga punya kenangan akan kegiatan mendongeng ini.


Jatibening, setengah sebelas malam
Dian Meridha Giza


#aliran rasa game level 10

Selasa, 04 September 2018

Anak Gajah Pemberani

Tantangan hari ke 10 game level 10


Assalammualaikum,


Tadi siang sebelum tidur, Jasmine meminta saya untuk bercerita. Hmmm apa ya ? Dia meminta sejumlah tokoh binatang dan akhirnya tercapai kesepakatan antara Gajah dan Serigala.

Ceritanya berkisah tentang anak Gajah yang bernama Dindin dan sedang minum sendirian di pinggir sungai. Ia didekati dan dibujuk oleh seekor Srigala, Lala, untuk mau diajak pergi olehnya, karena Srigala ingin memakan anak gajah tersebut.

Segala daya upaya dan bujuk rayu dikerahkan oleh sang Srigala agar anak Gajah itu mau mengikutinya. Tapi anak gajah tidak bergeming karena ia ingat pesan induknya supaya tidak mau diajak oleh orang asing yang baru/tidak dikenal sama sekali. 

Sampai akhirnya sang induk beserta kawanannya datang dan mengusir Srigala pergi serta tidak menganggu lagi. Srigala yang ketakutan pun pergi meninggalkan anak gajah serta induk dan kawanannya. 

Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kita, terutama anak2x tidak boleh percaya/'mau diajak oleh orang yang baru/tidak dikenal sama sekali.


Jatibening, menjelang jam 10 malam
Dian Meridha Giza


#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your imagination

Senin, 03 September 2018

Putri Maheswari dan Putri Nareswari

Tantangan hari ke 9 game level 10

Assalammualaikum,

Hari ini saya kembali mencoba bercerita tentang refleksi anak2x sendiri, yang judulnya pun diambil dari bagian nama2x mereka. Kali ini temanya tentang 2 orang putri kakak beradik yang kerap kali bertengkar. Ya, saya emang sering kesal mendengar anak2x yang tiap saat bertengkar, bikin gemas sekali. Si kakak yang sebentar2x menangis, juga sang adik yang lebih berani dan jagoan dari kakaknya 😬.

Dari awal cerita mereka berdua sudah saling cengegesan dan berkomentar, baik itu mengiyakan atau membantah antara 1 sama lain. Saya pun yang susah payah menahan geli, kadang kelepasan juga 😂. 

Singkat cerita, walaupun kedua orang putri itu sering bertengkar, sebenarnya mereka salinh menyayangi satu sama lain. Dan mereka pun pasti meminta maaf setiap kali abis bertengkar. 

Mudah2xan cerita ini bisa masuk ke dalam alam bawah sadar mereka, sehingga paling tidak bisa mengurangi kadar pertengkaran yang ada. Mungkin ga ya 😆.


Jatibening, menjelang jam 11 malam
Dian Meridha Giza


#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your imagination

Minggu, 02 September 2018

Pussy sang Kucing

Tantangan hari ke 8 game level 10


Assalammualaikum, 

Suatu hari hiduplah seekor kucing bernama Pussy. Ia dipelihara oleh dua orang kakak beradik dan tinggal di sebuah rumah. Waktu kecil, Pussy ditemukan oleh ibu dari kakak beradik itu di sebuah supermarket dalam semak2x di parkiran mobil. Karena kasihan, ibu kakak beradik itu membawanya pulang untuk dipelihara di rumah. 

Pussy mempunyai bulu berwarna abu2x dan ekor yang pendek. Kegemarannya adalah makan ikan cuek yang sudah dicampur dengan nasi atau makanan khusus kucing. Sewaktu dibawa ke rumah, Pussy belum mau makan dan hanya bisa minum susu. Ia minum susu dengan disuapi ibu tersebut menggunakan pipet. 2-3 hari pertama Pussy terus mengeong karena lapar, kaget dan ketakutan atas lingkungannya yang baru. 

Pernah suatu kali Pussy tidak pulang seharian. Ya, Pussy memang hanya pulang untuk main dan makan, selebihnya seperti kucig kampung pada umumnya, ia lebih suka menhabiskan waktu di jalan. Dicari kemanapun tidak ada. Bawah meja, kolong, bawah lemari, gudang, tidak ada juga. Sampai saat malam harinya ketika ayah kakak beradik itu pulang, ia melihat bahwa Pussy ada di atas genteng rumah tetangga depan. Ternyata ia tersasar sampai di atas genteng dan tidak bisa turun. Ia terus mengeong anatara takut dan lapar. Akhirnya setelah dipanggil2x Pussy mau turun ke genteng yang lebih rendah sehingga bisa diambil. 

Pussy juga mempunyai kebiasaan buruk. Kadang ia tidak mau menghabiskan makanannya. Sehingga sisa makanan itu dihabiskan oleh kucing lain bahkan tikus 😫. Hal ini membuat sang ibu kesal sehingga akhirnya Pussy selalu dikasih makan di dalam rumah saja dengan porsi yang dikurangi sedikit.

Ya, sepertinya Pussy juga takut sama tikus. Hal ini terbukti beberapa kali ia membiarkan makanannya di makan tikus sementara ia hanya mengawasi saja 🤣. 

Dan sekarang namanya pun menjadi panjang,: "Pussy, kucing jaman now yang takut demgan tikus" 😆


Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza

#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your imagination

Sabtu, 01 September 2018

Putri Jasmine

Tantangan hari ke 7 game level 10

Assalammualaikum,


Putri Jasmine ? Ya, kenapa dongeng hari ini berjudul Putri Jasmine, yang notabene adalah nama anak saya sendiri 🤔. Singkat kata, dongeng kali ini memang mewakili rangkuman kegiatan anak kami, Jasmine, dalam berjalan2x di area Asian Games 2018. Cerita ini pun saya karang dan sampaikan saat membujuknya untuk segera mandi, terutama karena hari sudah malam, lumayan efektif 😂.

Cerita dimulai saat putri Jasmine berjalan2x di arena Asian Games. Ya, sejak naik busway minggu lalu, anak2x memang sering bertanya, kapan kita akan ke asian games. 

Alhamdulilah sekarang terlaksana 🙈. . 

"Jaman dahulu hiduplah seorang princess yang bernama Putri Jasmine. . Lalu saya mengarang saja klo suatu hari Putri Jasmine diajak kedua orang tuanya untuk melihat Asian Games.

Putri Jasmine sangat senang sekali diajak ke Asian Games, walau bukan menonton pertandingan. Kebetulan kami tidak dapat parkir, sehingga mobil kami parkir di salah satu gedung dan putri Jasmine harus berjalan agak jauh. Dengan semangat putri Jasmine berjalan demi melihat seperti apa keadaan di dalam.

Cukup jauh kami berjalan sehingga membuat putri Jasmine kelelahan karena kurang bobo. Tapi putri Jasmine terus semangat 💪.

Dan sampailah di venue yang kita tuju setelah sebelumnya naik shuttle bus gratis. Ternyata putri Jasmine mulai BT. Pasang muka manyun. Akhirnya kami melipir ke bangku tenda yang sepertinya dipersiapkan dan kemudian membeli kebab. 

Ternyata kebabnya pedas, jadi putri Jasmine tidak mau menghabiskannya. Lalu mama membelikan putri Jasmine roti isi Strawberry. Selesai makan roti, putri Jasmine mulai semangat lagi. Apalagi saat kami berkesempatan menyaksikan kolaborasi antara alat musik kolintang, angklung dan semacam gendang. Begitu juga saat dikolaborasikan kembali dengan alat musik modern, seperti gitar dan keyboard. Mereka membawakan lagu O Ina Ni Keke, Tokecang dan Satu Nusa Satu Bangsa. Alhamdulilah  Putri Jasmine bisa dapat tempat di depan sehingga ia bs menonton dengan gembira. 

Setelah itu putri Jasmine pulang dengan naik shuttle bus kembali menuju pintu masuk dan berjalan menuju tempat mobil di parkir. Karena sudah kecapean, putri Jasmine menangis dan minta digendong 😂. Sesampainya di mobil, putri Jasmine tidak menangis lagi, lalu makan roti dan bobo.

Sampai di rumah putri Jasmine sempat rewel karena kakinya gatal dan minta digarukin. Ya iya dung putri, kan tadi begitu nyampe langsung naik tempat tidur tanpa cuci kaki dan ganti baju, jelas aja gatal 😂. 

Kemudian putri Jasmine mandi sendiri, lalu makan pake pempek kulit dan gosok gigi lalu bobo.

Ternyata cerita ini cukup ampuh untuk membuat Jasmine yang ketuwat ketuwet ga jelas untuk segera mandi 😅.

Jatibening, setengah 12 malam
Dian Meridha Giza


#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your immagination

Jumat, 31 Agustus 2018

Kancil dan Harimau

Tantangan hari ke 6 game level 10 Assalammualaikum, Malam ini saya bercerita tentang kancil dan harimau. Untuk pemilihan karakter, saya menentukan bahwa yang boleh memilih adalah yang makannya habis duluan, yang kebetulan adalah si adik, Jasmine.  Ceritanya simple saja, yaitu tentang kancil yang sedang berjalan2x di hutan lalu bertemu dengan seekor harimau yang terkena perangkap pemburu. Harimau meminta tolong pada kancil untuk membebaskannya. Setelah lepas, ternyata harimau malah ingin memakan kancil.  Tapi bukan kancil namanya klo tidak banyak akal. Kemudian ia mencoba mengulur2x waktu dengan mengatakan kepada harimau agar tidak main2x dengannya, karena ia adalah raja hutan yang sebenarnya dan lebih kuat darinya,  apalagi belum lama ini kancil baru saja membunuh seekor harimau lain. Harimau tidak percaya dan meminta bukti. Kancil yang bingung kemudian mendapat ide untuk membawa harimau ke sebuah sumur yang pernah ia temukan di pinggir hutan. Ia mengatakan klo masih menyimpan kepala harimau itu d sana. Harimau mulai mempercayainya hingga kemudian mereka pun pergi ke sumur tersebut. Sesampainya disana, kancil menyuruh harimau untuk melihat kedalam sumur. Dengan ragu harimau melihat ke dalam. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat ke dalam sumur, karena memang benar ada sebuah kepala harimau. Ia pun lari secepat mungkin meninggalkan kancil. Kancil tersenyum puas, karena berhasil mengelabui harimau dan menyelamatkan diri. Ya, suasana yang menjelang malam memang sangat membantu kondisi sumur menjadi remang2x ga jelas sehingga harimau pun tidak sadar bahwa yang dilihatnya dindalam sumur adalah bayangan kepalanya sendiri. Saya menjelaskan kepada anak2x bahwa kita harus cerdik dan banyak akal sehingga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar (pake bahasa anak2x ini 😂). Jatibening, jam 11 malam Dian Meridha Giza #tantangan10hari #level10 #kuliahbunsayiip #grabyourimmagination

Kamis, 30 Agustus 2018

Kancil dan Buaya

Tantangan hari ke 5 game level 10

Assalammualaikum,

Ga kerasa udah hari ke 5 yang berarti separuh perjalanan, yeayy semangat 💪.  Hari ini saya mencoba mendongeng untuk membangunkan Jasmine dari tidur siang karena sudah waktunya untuk menjemput Nai, si kakak. 

Sebetulnya saat dibangunkan, tidak lama ia langsung bangun. Tapi sepertinya matanya  masih berat banget, sehingga yang ada ia bolak balik tertidur lagi. Makanya saya mencoba peruntungan dengan dongeng ini 😅. 

Saya memilih cerita Kancil dan Buaya, dimana kancil yang cerdik dapat meloloskan diri dari buaya yang sudah menangkap dan menggigit salah satu kakinya. 

Ternyata cukup lumayan juga efeknya. Jasmine yang pada saat dongeng dimulai kembali tertidur, pelan2x mulai bangun lagi, walau agak susah dan kelihatannya berat banget, antara masih ingin tidur dan keinginan untuk bangun serta membuka mata dan menyimak cerita tersebut. Sampai akhirnya Jasmine benar2x bangun tanpa rewel sama sekali dan mendengarkan cerita tersebut dengan seksama,.


Jatibening, jam 10 malam
Dian Meridha Giza


#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your imagination