Review day 9 game level 11
Kelompok 9 : Menggali Rusaknya Fitrah Seksualitas pada Anak
Assalammualaikum,
Tanpa kita sadari, fitrah seksualitas, terutama pada anak, bisa saja rusak. Apa penyebabnya ?Berikut adalah dibawah ini :
1. Faktor Internal
a. Membiarkan anak menhakses internet dan media eletronik lainnya tanp pendampingan. Memberikan fasilitas smarphone atau gadget pada anak, yang sesungguhnya lebih merupakan ajang pamer orangtua sebagai yang sudah mapan status ekonominya. Tanpa disadari, pemberian ini bisa menikam anak dari belakang karena begitu mudah dan intensnya anak mengeksplore dunia maya yang banyak tidak mendidiknya
b. Kurangnya peran ayah dan ibu karena kesibukan masing2x. Ayah yang sibuk bekerja dan ibu yang sibuk dengan urusannya sendiri membuat anak tidak dekat dengan orang tua. Padahal mendidik fitrah seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai dengan gendernya
c. Innerchild orangtua yang belum selesai. Innerchild dalam diri kita sebetulnya bisa bertumbuh dewasa sesuai usia dan pengalaman yang kita hadapi. Hanya saja, kadangkala bila yang muncul itu adalah innerchild negatif dan sangat dan sangat menimbulkan trauma, maka butuh kesadaran penuh untuk mengenalinya dan berdamai
d. Kurangnya wawasan orangtua dalam mendidik anak sesuai fitrahnya
e. Timpang dalam proses mendidik anak. Klo anak laki2x mendapat suplai feminitas dari ibunya secara berlebihan, sedangkan suplai maskulinitas dari ayahnya kurang, maka penyimpangan fitrah seksualitas yang dialaminya adalah ia akan menjadi laki2x yang "melambai" atau kecenderungan untuk menjadi homo. Begitu juga sebaliknya dengan anak perempuan
f. Orangtua merasa tabu untuk menjelaskan fitrah seksualitas pada anak. Walaupun di sekolah mungkin sudah diajarkan mengenai anatomi tubuh manusia, tetapi adakalanya penjelasan itu terlalu singkat, terutama mengenai reproduksi manusia. Sementara di lain sisi, anak juga takut untuk bertanya kepada orangtua, kakak apalagi teman, sebab akan dianggap aneh serta menggelikan
2. Faktor Eksternal
a. Tinggal pada lingkungan yang tinggi tingkat pelecehan seksualitasnya. Misalnya di kampung2x yang berantakan serta tidak terorganisasi dengan baik, sehingga perilaku yang jahat merupakan perilaku yang dianggap wajar dan normal.
b. Pembiaran masyarakat pada masalah sosial yang terjadi di lingkungannya. Parahnya kondisi masyarakat, terutama generasi muda, bisa jadi bermula dari adanya pembiaran kita. Misal oknum orangtua yang membiarkan anaknya melakukan kesalahan, oknum guru yang membiarkan muridnya melakukan pelanggaran, oknum tokoh agama yang membiarkan pengikutnya melakukan penyimpangan, sampai kepada oknum pemerintah yang membiarkan rakyatnya melamggar aturan
c. Kerancuan pola asuh yang kadang dialami oleh keluarga yang tinggal dalam lingkungan keluarga besar. Misalnya kakek nenek yang menjadi sumber bantuan, dukungan dan dorongan. Kadang hal ini menyebabkan campur tangan mereka dalam pengasuhan anak sering melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh orangtua dalam mendisiplinkan anak
Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar