Minggu, 23 September 2018

Fitrah Seksualitas - Bijak Dalam Menanggapi Pertanyaan Kritis

Tantangan hari ke 4 game level 11

Assalammualaikum,

Dalam konsep tarbiyah Jinsiyah dalam usaha menumbuhkan dan menjaga fitrah seksualitas anak, ada point yang menyebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk menjelaskan ayat2x al Qur'an mengenai proses kejadian manusia hingga terlahirnya bayi ke dunia. Kebetulan Nai, yang November besok insya allah akan berumur 8 tahun, mulai bertanya hal2x kritis tersebut. Misalnya, darimana bayi keluar, kenapa mama klo haid itu ga boleh shalat, kenapa masih suka pakai pampers (pembalut maksudnya), dsb. 

Jujur agak risih juga untuk menjelaskan, karena sebagai generasi yang lahir lebih dulu, hal2x tersebut memang agak sungkan untuk disinggung 😂. Sampai saat ini saya memang masih berusaha untuk menjelaskan secara sederhana dengan bahasa yang sekiranya bisa dimengerti olehnya. Kebetulan juga punya buku "Aku Anak Berani", yang didalamnya ada kisah tentang seorang anak yang bertanya kepada ibunya, darimana bayi lahir. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa bayi keluar/lahir dari lubang kecil dibawah lubang kita pipis (aduh maaf klo bahasanya terkesan saru/tidak sopan 🙏🏻). 

Apakah pertanyaan berhenti sampai disitu ? Tentu tidak. Karena Nai dan bahkan adiknya melanjutkan dengan, "disebelah mana ma, kok ga keliatan ?". Gubrak saya 🤦‍♀️. Klo udah begitu, kira2x saya harus jawab apa 😂. Biasanya saya akan menjawab klo lubang itu kecil sekali dan agak susah untuk dilihat. Dan pertanyaan pun masih terus berlanjut, "emang muat ?" 😬

Hal2x seperti ini memang harus diantisipasi dengan ilmu dan peningkatan pengetahuan dari sumber2x yang memang dapat dipercaya kredibilatasnya, agar orang tua dapat menjawab pertanyaan cerdas anak2x yang seringnya membuat kita terbelalak saking kagetnya 🙈. 

Dan ternyata kita pun harus mencari tau bahkan sampai ke ayat Al Qur'annya., sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. 

Sebab itulah kenapa sangat penting bagi orang tua untuk terus mengupgrade diri supaya tidak salah dalam mendidik anak, termasuk menjawab pertanyaan2x kritisnya. Terutama dalam fitrah seksualitas ini, idealnya anak memang mendapatkan pengetahuan pertama serta jawaban2x atas pertanyaannya dari orangtuanya sendiri. 


Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar