Kamis, 20 September 2018

Mengenal Kembali Fitrah Seksualitas : Definisi, Tantangan dan Solusi

Day 1 Review presentasi dari kelompok 7 Assalammualaikum, Fitrah adalah sifat asal , pembawaan. Seksualitas adalah ciri, sifat, peranan sex, kehidupan sex. Sehingga Fitrah Seksualitas adalah sifat asal seseorang yang sesuai dengan ciri, sifat dan peranan sex bawaannya sejak dalam kandungan. Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki atau perempuan. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah­ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia balig. Wahai manusia, bertakwalah kamu sekalian kepada tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki­laki dan perempuan yang banyak sekali (An Nissa : 1) Fitrah seksualitas perlu dikembangkan agar mengenali dan paham akan alat reproduksi dan peranan seksualitasnya. Adapun tantangannya adalah : 1. Kurangnya pengasuhan dari orang tua (perasaan tabu untuk membahas seksualitas dengan anak serta kurangnya pengetahuan serta wawasan yang benar tentang pendidikan seks). 2. Kejahatan seksual dan LGBT. 3. Kurangnya peran serta ayah dalam menanamkan tarbiyah jinisiyah pada anak. Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina. Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam merupakan bagian dari pendidikan akhlak, yang didasari dengan keimanan. Dengan iman yang mantap, seseorang akan rela melakukan segala perintah Allah dan RasulNya serta menghentikan segala larangannya. Tarbiyah Jinsiyah beda dengan Sex education versi Barat * Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak & adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT. * Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb. Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat. Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita.. 1- Memperkenalkan konsep Aurat. 2- Memisahkan tempat tidur anak dan menjelaskan adab-adab kesopanan di rumah & diluar rumah. 3- Mendidik adab-adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58) 4- Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminine pada anak perempuan. 5- Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom. 6- Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (ghoddul bashar). 7- Mengenalkan sanksi-sanksi perzinahan dalam Islam. 8- Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath (campur baur/pergaulan bebas) di antara laki-laki dan perempuan. 9- Mendidik agar tidak melakukan khalwat (berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom). 10- Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj. 11- Mendidik konsep Thoharoh sepertimenjaga kebersihan mulut, alat kelamin, cara wudhu, mandi dll. 12- Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan haid secara bijaksana. 13- Menjelaskan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah. 14- Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat. 15- Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar-benar akan menikah. Sehingga solusinya adalah : 1. Mengupgrade pengetahuan dan wawasan. 2. Menjelaskan secara bertahap sesuai tahapan usia anak (1-5 tahun itu menjelaskan anggota tubuh anak secara detail; 5-10 tahun menjawab pertanyaan anak secara benar; dan mengenalkan tentang haid, mimpi basah dan perubahan fisik untuk 10-12 tahun). 3. Menjelaskan lebih rinci sesuai dengan jenjang pendidikan anak. Untuk anak TK-SD : ‐ Mengenalkan organ tubuh, perbedaan fisik laki dan perempuan, kebersihan dan kesehatan organ, melindungi tubuhnya sendiri, proses kehamilan dan kelahiran secara sederhana, masa pubertas, memisahkan tempat tidur anak "Ajarilah anak‐anak kalian shalat pada usia 7 tahun. Pukulah mereka karena (meninggalkan)nya pada usia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka (H.R Ahmad dan Abu Dawud)". ‐ Izin ketika masuk kamar ‐ Tidur dalam posisi miring ke kanan ‐ Memperkenalkan konsep Aurat. ‐ Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki‐laki dan feminine pada anak perempuan. ‐ Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan haid secara bijaksana. ‐ 3‐6 tahun didekatkan kepada ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, anak harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun (bersikap, bebicara, merasa sesuai seksualitasnya) kelekatan telah terbangun kuat bukan hanya bonding ‐ usia 7‐10 tahun anak laki didekatkan pada ayah dan anak perempuan didekatkan pada ibu, agar peran sosial seorang laki2/perempuan dan peran seorang ayah/ibu ‐ usia 10 tahun anak perempuan didekatkan dengan ayahnya dan anak laki2 didekatkan pada ibunya, agar menjadi rujukan pertama tentang lawan jenisnya. Indikatornya ayah jadi figur idola anak perempuan dan ibu jadi figur idola anak laki2 Anak SMP Mengenalkan organ seks lebih detail, kondisi patologis organ seks, pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan, penjelasan mengenai safe sex. ‐ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat ‐ Menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis ‐ Mengajarkan mandi janabah ketika anak mendekati baligh ‐ Menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika anak mendekati baligh ‐ Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom. ‐ Akhlak/adab pada keluarga dan keturunan personal yang dewasa dengan peran keayahan / peran keibuan yg kokoh. indikator mamou menjadi ayah sejati dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik ‐ Mengikuti komunitas/kelompok mentoring dengan bimbingan mentor yang terpercaya Remaja SMA menjelaskan bahaya PMS, hubungan pria‐wanita, menikah, penguatan iman, akhlak, adab, bicara. ‐ Mendidik adab‐adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58) ‐ Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj. ‐ Menjelaskan ayat‐ayat al‐Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah. ‐ Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat. ‐ 15‐ Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar‐ benar akan menikah. Jatibening, menjelang jam 12 malam Dian Meridha Giza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar