Tantangan hari ke 8 game level 10
Assalammualaikum,
Suatu hari hiduplah seekor kucing bernama Pussy. Ia dipelihara oleh dua orang kakak beradik dan tinggal di sebuah rumah. Waktu kecil, Pussy ditemukan oleh ibu dari kakak beradik itu di sebuah supermarket dalam semak2x di parkiran mobil. Karena kasihan, ibu kakak beradik itu membawanya pulang untuk dipelihara di rumah.
Pussy mempunyai bulu berwarna abu2x dan ekor yang pendek. Kegemarannya adalah makan ikan cuek yang sudah dicampur dengan nasi atau makanan khusus kucing. Sewaktu dibawa ke rumah, Pussy belum mau makan dan hanya bisa minum susu. Ia minum susu dengan disuapi ibu tersebut menggunakan pipet. 2-3 hari pertama Pussy terus mengeong karena lapar, kaget dan ketakutan atas lingkungannya yang baru.
Pernah suatu kali Pussy tidak pulang seharian. Ya, Pussy memang hanya pulang untuk main dan makan, selebihnya seperti kucig kampung pada umumnya, ia lebih suka menhabiskan waktu di jalan. Dicari kemanapun tidak ada. Bawah meja, kolong, bawah lemari, gudang, tidak ada juga. Sampai saat malam harinya ketika ayah kakak beradik itu pulang, ia melihat bahwa Pussy ada di atas genteng rumah tetangga depan. Ternyata ia tersasar sampai di atas genteng dan tidak bisa turun. Ia terus mengeong anatara takut dan lapar. Akhirnya setelah dipanggil2x Pussy mau turun ke genteng yang lebih rendah sehingga bisa diambil.
Pussy juga mempunyai kebiasaan buruk. Kadang ia tidak mau menghabiskan makanannya. Sehingga sisa makanan itu dihabiskan oleh kucing lain bahkan tikus 😫. Hal ini membuat sang ibu kesal sehingga akhirnya Pussy selalu dikasih makan di dalam rumah saja dengan porsi yang dikurangi sedikit.
Ya, sepertinya Pussy juga takut sama tikus. Hal ini terbukti beberapa kali ia membiarkan makanannya di makan tikus sementara ia hanya mengawasi saja 🤣.
Dan sekarang namanya pun menjadi panjang,: "Pussy, kucing jaman now yang takut demgan tikus" 😆
Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza
#tantangan 10 hari
#level 10
#kuliah bunsay iip
#grab your imagination
Tidak ada komentar:
Posting Komentar