Assalammualaikum,
Ini adalah nhw ke 2, membuat ceklist indikator perempuan sebagai individu, istri dan ibu. Susah2x gampang sebetulnya, karena tinggal merenungi kehidupan keseharian kita dan berkaca sudah seperti apakah kita. Kenyataannya ? Tidaklah sesimple itu, he3x. Mulai dari bingung mau nulis darimana sampai ke gimana mengcopas tulisan yg sudah dibuat.
Sebetulnya saya sudah membuat dalam format Excelseperti yang dicontohkan oleh mba Maria Ulfah, tapi berhubungan saya tidak menemukan cara untuk mengcopas dalam bentuk yang tetap rapi, sementara waktu juga semakin mendekati deadline, baiklah saya akan menulisnya ulang dalam rangkaian cerita.
Pertama adalah indikator aktifitas saya sebagai seorang individu
1.Baca Qur'an
Berusaha untuk membaca Al Qur’an setiap hari minimal 2 lembar atau 4 halaman setelah shalat (fardu/Sunnah)
2.Shalat Malam
Berusaha untuk dapat bangun antara jam 03:00-03:30 setiap hari until melakukan shalat Malam
3.Shalat Sunnah rawatib
Berusaha untuk melakukan shalat Sunnah rawatib 2-4 rakaat sebelum dan setelah shalat fardu setiap hari
4.Shalat Dhuha
Berusaha untuk dapat melakukan shalat Dhuha minimal 2 rakaat setiap hari sekitar jam 09:30
5.Puasa Sunnah Senin Kamis
Menghidupkan kembali puasa Sunnah Senin Kamis setiap minggu minimal 2x sebulan
6.Olahraga
Melakukan senam aerobik mengikuti video minimal 5x dalam seminggu tiap pagi/sore
7.Mengurangi frekuensi pemakaian hp terutama untuk ngintip faceb dan berita2x yang tidak penting bagi kehidupan saya, misal gosip artis. Dengan semangat menarik tapi tidak tertarik, berusaha untuk membuka Facebook hanya 3x/hari @ max 10 menit.
8.Bersedekah melalui organisasi/komunitas yang kredible minimal 1x/bulan
9.Sedekah on the spot
Bersedekah tidak hanya kepada manusia tap juga hewan dan , misal membawa makanan kucing klo bepergian minimal 1x/minggu.
10.Belajar agama
Untuk meningkatkan pengetahuan ilmu agama demi bekal akhirat melalui pengajian sekitar, online by you tube atau memanggil guru ke 1x/minggu.
11.Mengupgrade diri dengan ilmu2x kehidupan
Seperti mengikuti seminar yang terjangkau jarak, waktu dan biaya ataupun melalui tulisan para ahli, seperti I u Elly Risman n family di medsos minimal 1x/ minggu.
12.Bergabung dengan komunitas yang positif
Seperti IIP dalam rangka memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Indikator fasilitas sebagai istri
1.Membuat sarapan
Untuk semua anggota keluarga setiap hari dengan menu yang simple tapi bergizi
2.Membuat makanan favorite/kesukaan suami di sela2x menu anak setiap hari dengan tetap menyelingi kesukaan anak.
3. Ga baperan/ngambek tanpa sebab yang jelas
Lebih baik mengkomunikasikan klo ada sesuatu yang ga pas Dan berusaha untuk dapat lebih lapang dada dalam menyikapi sesuatu, minimal ga baper dalam 1 minggu.
4.Ga dasteran terus
Tampil lebih rapi di rumah setiap hari terutama klo suami ada di rumah, minimal weekend
5.Ngobrol
Menyempatkan ngobrol di sela2x kesibukan urus rumah dan anak, minimal 1x/ hari sebelum tidur Malam
6.Mengurangi intensitas penggunaan hp
Terutama saat bersama sehingga setiap hari obrolan tidak menjadi garing dan hambar.
7.Tidak terlalu keras atau pun marah2x terus ke anak
Harus lebih luwes dan sabar dalam menghadapi polah anak sehingga tidak menjadi trauma, terutama tiap Hari saat anak membuat kesalahan yang sebetulnya adalah merupakan proses .
8.Membuat catatan pengeluaran rumah tangga setiap hari
Supaya dapat diketahui alur lalu lintas uang setiap dengan segera mencatat setiap transaksi yang ada
9.Mengurangi pembelian barang2x yang sebetulnya today terlalu diperlukan
Terutama yang sudah terlalu banyak dan membuat rumah sumpek, contoh Tupperware, dengan lebih menahan diri dari godaan promo dan hanya membeli pada saat2x tertentu, misal lebaran.
10.Lebih memperhatikan keluarga suami
Terutama kakaknya yang kebetulan tinggal di belakang rumah dengan berkunjung atau membawakan makana, minimal 1x/minggu.
Indikator aktifitas sebagai Ibu
1.Berkata yang baik
Memilih kata/kalimat2x yang baik setiap saat sewaktu berbicara ataupun member pengertian kepada anak dengan berlatih terus sehingga menjadi kebiasaan.
2.Mendengar aktif
Saat mereka berbicara ataupun bercerita tentang aktifitas Dan pengalaman setiap hari kapan pun dan menanggapinya dengan baik.
3.Memeluk dan mencium
Menikmati masa kecil mereka dengan lebih banyak memeluk dan mencium sebelum mereka beranjak dewasa dan enggan/malu diperlakukan seperti anak kecil lagi, minimal setiap hari sat mereka pamit keluar rumah/pergi sekolah Dan menjelang tidur Malam.
4.Menemani dan ikut main bersama
Minimal duduk dekat mereka tanpa mengantuk dan ikut sertakan bermain saat mereka bermain role play, misal menjadi pembeli minimal dalam 1x /hari.
5.Bikin makanan favorite
Membuatkan makanan favorite minimal 1 menu dalam setiap hari, misal sarapan, dengan tetap menyesuaikan ketersediaan dan kemudahan baham didapat.
6.Melibatkan dalam kegiatan memasak (anak saya 2 orang perempuan, 6thn Dan 2 thn).
Seperti menuang bahan saat membuat cemilan favorite 1 bulan sekali klo today ada acara keluar.
7.Membacakan buku/cerita
Minimal 1 buku or cerita per hari sebelum tidur Malam until membangkitkan day berpikir dan imajinasi serta minat membaca.
8.Menjauhkan hp
Saat bersama mereka, seperti menemani makan dan bermain setiap hari sehingga fokus hanya kepada mereka.
9.Mengurangi ngomel/marah2x
Lebih menahan diri terhadap hal2x kecil/kesalaham mereka yang sering membuat saya kesal dan tidak sabaran setiap hari dengan mencoba untuk lebih dibawa santai dan senyum.
10.Kontrol emosi saat marah
Supaya tidak meledak2x dengan banyak istighfar setiap saat akan marah.
11.Shalat berjamaah
Mengajarkan kewajiban shalat, terutama keutamaan shalat berjamaah dalam 1x waktu shalat (mahrib)
12.Hafalan Surat pendek dan doa sehari2x.
Melancarkan hafalan dan menambah hafalan baru sehari sekali setelaj shalat maghrib.
Beberap point sudah dilakukan secara rutin,sementara yang lain juga sudah dilakukan tapi masih angot2x-an, dan sisanya masih sebatas rencana. Semoga bisa terus bergerak menuju ke arah yang lebih baik lagi, amin.
Label
- aliran rasa
- aliran rasa bunsay game level 8
- aliranrasagamelevel6
- berpikir kreatif
- bunda sayang
- fitrah seksualita
- fitrah seksualitas
- for things to change
- for things tp change
- forthingstochange
- Game level 1
- game level 11
- game level 9
- gaya belajar anak
- i have to change first
- i must change first
- ibu profesional
- ibu profesional level 18 tantangan 10 hari
- ibu profesional level 8 tantangan 10 har
- ibu profesional level 8 tantangan 10 hari
- ihavetochangefirst
- iip
- ilovemath
- institut ibu profesional
- institutibuindonesia
- institutibuprofesional
- institutinuprofesional
- Kelas Bunda Sayang
- kelasbundasayang
- Komimunikasi Produktif
- Komunikasi Produktif
- kuliahbunsay
- kuliahbunsayiip
- level 10
- level9
- matematika logis
- matharoundus
- Melatih Kecerdasan
- Melatih Kecerdasan Family Project
- melatih kecerdasan intelektual
- Melatih Kecerdasan Spiritual
- Melatih Kemandirian
- resume diskusi materi9
- semuaanakadalahbintang
- tantangan 10 hari
- tantangan day 1
- tantangan10hari
- thinkcreatuve
Sabtu, 27 Mei 2017
Sabtu, 20 Mei 2017
NHW 1
Assalammualaikum,
Ini adalah pertama kalinya saya membuat blog dan kembali menulis setelah sekian tahun. Katro ? Bangettt, maklum lah ya, rada gaptek gitu, he3x... Klo dulu nulis itu cuma sekedar iseng corat coret ngeluarin uneg2x hati, bahasa tenarnya ngisi diary, sekarang kayaknya dituntut untuk lebih serius. Kenapa ? Lha iyalah ya, karena blog ini dibuat untuk ngerjain pr dari institut ibu professional yang istilah kerennya nhw alias nice homework 😊.
Apaan sih IIP itu ? Mana ribet banget lagi pake ada acara pr segala, nyaingin anak sekolah aja.
IIP adalah komunitas para ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya, baik sebagai ibu, istri maupun perempuan
Bahasa sederhananya saya sih emang sekolah. Sekolah apa ? Sekolah virtual untuk meningkatkan kualitas diri emak2x macam saya inilah 😀.
Kira2x kenapa ya kok saya pake ikutan kayak gini segala, padahal daily routine dengan 2 anak aja udah ribet banget. Nambah kerjaan kayaknya. Mesti ikut kelas by WA, ada pr, belum lagi traffic chat yang makin padat (semoga hp juga mendukung dan tidak berbalik protes).
Intinya sih saya pingin menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam peran saya sebagai ibu dari 2 anak perempuan yang lagi lucu2xnya dan hampir selalu membuat saya ambil nada tinggi nyaingin mba Celine Dion, favorite saya 😂.
Bisakah saya ? Klo boleh jujur, sebetulnya
sih ragu n rada minder juga, apalagi dengan adanya pr atau nhw ini, karena dulu untuk nulis pun juga ga rutin, cuma klo ada moment2x tertentu aja. Tapi klo ga dicoba juga ga akan pernah tau kan y, so i decide to give myself a try 😋.
Sebagai langkah awal belajar, kami diminta untuk memilih salah satu ilmu yang akan ditekuni dalam universitas kehidupan ini.
Universitas kehidupan ? Ya, istilahnya emang abstrak banget. Begitu juga disiplin ilmu yang dimaksud tentunya.
Saya mulai berpikir, apa ya ? Karena jujur terlalu banyak kekurangan saya. Mulai dari galak, ga sabaran, tukang ngomel, bawel dsb.
Akhirnya saya memutuskan untuk memilih sabar. Kenapa ? Karena ambang toleransi sabar saya memang rendah banget. Apalagi klo udah ngedepin anak, masya allah, itu rasanya sebentar2x seperti mau meledak aja. Mulai dari urusan makan, sekolah ampe berantem. Saya punya dua orang anak perempuan, si kakak 6.5 thn dan adeknya 2.5 thn. Kebetulan anak2x saya ini adalah yang tipenya suka belok2x klo melakukan sesuatu jadi semuanya jadi lambat atau ga kelar2x alias mbulet aja.
Sementara saya dididik untuk serba cepat (walaupun pada prakteknya sering lelet juga) jadi saya pun inginnya anak2x juga cepat dalam melakukan sesuatu.
Sebetulnya sadar sih klo saya itu agak terlalu berlebihan, apalagi klo udah marah, saya selalu lepas kontrol. Walaupun
dahannya menyesal, tapi susah sekali mengendalikan emosi. Dan itu mesti berulang. Klo meminjam istilah salah seorang teman kemarin, tobat sambel judulnya. Tobat tapi masih diulangi lagi. Sejumlah ilmu dari beberapa seminar parenting yang pernah saya ikuti pun seakan menguap bila berhadapan dengan emosi jiwa.
Inilah salah satu sebab kenapa saya bergabung dalam IIP, dengan harapan agar saya dapat terus mengasah dan memperpanjang rasa sabar saya dalam menjalani hidup ini, terutama yang berhubungan dengan peran saya sebagai seorang ibu, terutama sekali dalam menghadapi anak2x, yang sering kali menjadi korban ketidaksabaran ibunya.
Kira2x konkretnya gimana ? Saya sadar
sepenuhnya bahwa saya perlu banyak masukan positif. Seperti gelas, saya harus berusaha untuk mengosongkan diri saya dari persepsi2x negatif agar dapat menerima masukan2x tersebut dan melatihnya secara terus menerus sehingga tercapai tujuan saya, yaitu menjadi pribadi, terutama sebagai ibu yang lebih baik bagi anak2x saya. Karena saya sadar, anak2x adalah titipan Allah yang dapat diambil sewaktu2x tanpa saya bisa menawarnya. Saya juga takut klo saya sampai melampaui batas dan Allah marah sehingga mengambil mereka sebelum waktunya. Semoga saya bisa menikmati waktu saya bersama mereka dengan indah sebelum mereka pergi mengepakkan sayapnya mengarungi dunia ini, Amin.
Bekasi, 20 Mei 2017, 22:15
Ini adalah pertama kalinya saya membuat blog dan kembali menulis setelah sekian tahun. Katro ? Bangettt, maklum lah ya, rada gaptek gitu, he3x... Klo dulu nulis itu cuma sekedar iseng corat coret ngeluarin uneg2x hati, bahasa tenarnya ngisi diary, sekarang kayaknya dituntut untuk lebih serius. Kenapa ? Lha iyalah ya, karena blog ini dibuat untuk ngerjain pr dari institut ibu professional yang istilah kerennya nhw alias nice homework 😊.
Apaan sih IIP itu ? Mana ribet banget lagi pake ada acara pr segala, nyaingin anak sekolah aja.
IIP adalah komunitas para ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya, baik sebagai ibu, istri maupun perempuan
Bahasa sederhananya saya sih emang sekolah. Sekolah apa ? Sekolah virtual untuk meningkatkan kualitas diri emak2x macam saya inilah 😀.
Kira2x kenapa ya kok saya pake ikutan kayak gini segala, padahal daily routine dengan 2 anak aja udah ribet banget. Nambah kerjaan kayaknya. Mesti ikut kelas by WA, ada pr, belum lagi traffic chat yang makin padat (semoga hp juga mendukung dan tidak berbalik protes).
Intinya sih saya pingin menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam peran saya sebagai ibu dari 2 anak perempuan yang lagi lucu2xnya dan hampir selalu membuat saya ambil nada tinggi nyaingin mba Celine Dion, favorite saya 😂.
Bisakah saya ? Klo boleh jujur, sebetulnya
sih ragu n rada minder juga, apalagi dengan adanya pr atau nhw ini, karena dulu untuk nulis pun juga ga rutin, cuma klo ada moment2x tertentu aja. Tapi klo ga dicoba juga ga akan pernah tau kan y, so i decide to give myself a try 😋.
Sebagai langkah awal belajar, kami diminta untuk memilih salah satu ilmu yang akan ditekuni dalam universitas kehidupan ini.
Universitas kehidupan ? Ya, istilahnya emang abstrak banget. Begitu juga disiplin ilmu yang dimaksud tentunya.
Saya mulai berpikir, apa ya ? Karena jujur terlalu banyak kekurangan saya. Mulai dari galak, ga sabaran, tukang ngomel, bawel dsb.
Akhirnya saya memutuskan untuk memilih sabar. Kenapa ? Karena ambang toleransi sabar saya memang rendah banget. Apalagi klo udah ngedepin anak, masya allah, itu rasanya sebentar2x seperti mau meledak aja. Mulai dari urusan makan, sekolah ampe berantem. Saya punya dua orang anak perempuan, si kakak 6.5 thn dan adeknya 2.5 thn. Kebetulan anak2x saya ini adalah yang tipenya suka belok2x klo melakukan sesuatu jadi semuanya jadi lambat atau ga kelar2x alias mbulet aja.
Sementara saya dididik untuk serba cepat (walaupun pada prakteknya sering lelet juga) jadi saya pun inginnya anak2x juga cepat dalam melakukan sesuatu.
Sebetulnya sadar sih klo saya itu agak terlalu berlebihan, apalagi klo udah marah, saya selalu lepas kontrol. Walaupun
dahannya menyesal, tapi susah sekali mengendalikan emosi. Dan itu mesti berulang. Klo meminjam istilah salah seorang teman kemarin, tobat sambel judulnya. Tobat tapi masih diulangi lagi. Sejumlah ilmu dari beberapa seminar parenting yang pernah saya ikuti pun seakan menguap bila berhadapan dengan emosi jiwa.
Inilah salah satu sebab kenapa saya bergabung dalam IIP, dengan harapan agar saya dapat terus mengasah dan memperpanjang rasa sabar saya dalam menjalani hidup ini, terutama yang berhubungan dengan peran saya sebagai seorang ibu, terutama sekali dalam menghadapi anak2x, yang sering kali menjadi korban ketidaksabaran ibunya.
Kira2x konkretnya gimana ? Saya sadar
sepenuhnya bahwa saya perlu banyak masukan positif. Seperti gelas, saya harus berusaha untuk mengosongkan diri saya dari persepsi2x negatif agar dapat menerima masukan2x tersebut dan melatihnya secara terus menerus sehingga tercapai tujuan saya, yaitu menjadi pribadi, terutama sebagai ibu yang lebih baik bagi anak2x saya. Karena saya sadar, anak2x adalah titipan Allah yang dapat diambil sewaktu2x tanpa saya bisa menawarnya. Saya juga takut klo saya sampai melampaui batas dan Allah marah sehingga mengambil mereka sebelum waktunya. Semoga saya bisa menikmati waktu saya bersama mereka dengan indah sebelum mereka pergi mengepakkan sayapnya mengarungi dunia ini, Amin.
Bekasi, 20 Mei 2017, 22:15
Langganan:
Postingan (Atom)