Senin, 12 Februari 2018

Hafalan Surat Pendek (part 2) - auditory

Assalammualaikum,

Tantangan hari 10 game level 4

Melanjuti tentang hafalan, hari ini masih sama seperti kemarin. Hafalan surat2x pendek selepas adzan isya, mencoba menghafal ayat kursi. Seperti biasanya, saya selalu meminta Naira untuk menghafal semua surat pendek dan doa harian yang ia bisa sebelum melangkah ke surat/doa yang baru. Sepertinya hari ini ia juga kurang fokus, karena beberapa kali ia lupa, sambil berkata, "ehm apa ya ?". Sementara tangannya juga sibuk memegang boneka serta mainan lainnya, dan enggan meletakkan sementara walau saya sudah berulang kali mengatakannya.

Gemas ? Sangat 😬. Hal seperti ini bukan hanya 1 atau 2x saja, tapi sudah cukup sering. Padahal untuk masalah hafalan, Naira tergolong cukup cepat. Baik melalui contoh real seperti dalam latihan menari, maupun yang di dengar dan dilakukan berulang2x, seperti hafalan surat pendek dan doa harian.

Terbukti hafalan ayat kursinya sudah 90%. Padahal saya baru mengajarkannya kemarin. Tapi hafalnya ayat kursi ini lebih kepada kegiatan sekolahnya, dimana ayat ini selalu dibaca setiap habis shalat dengan suara yang cukup keras. Begitu juga dengan bacaan shalat lainnya. Yang masih menjadi PR besar bagi kami adalah melatih konsentrasinya. 

Walaupun sudah  diikutkan menari, yang bertujuan untuk melatih konsentrasinya. Tetapi sepertinya masih kurang "kena" ya 😂


Jatibening, jam sebelas malam
Diab Meridha Giza


#harike10
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Minggu, 11 Februari 2018

Hafalan Surat Pendek - Auditory

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 9 tantangan game level 4

Hari ini saya mencoba mengamati gaya belajar auditori pada Naira melalui hafalan surat pendek Al Qur'an seleps shalat Maghrib. Kali ini adalah ayat kursi. Adapun cara yang biasa kami lakukan adalah, saya membaca surat tersebut per ayat, lalu Naira mengikutinya (juga per-ayat). Surat yang baru akan dihafal saya baca sebanyak 3x, sehingga Naira pun juga mengulanginya sebanyak hal yang sama. Ini sejalan dengan panduan bahwa anak audiotory akan lebih cepat bila belajar dengan cara mendengarkan suara.

Biasanya dalam waktu kurang dari sebulan Naira sudah bisa hafal surat tersebut.

Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza


#harike9
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP


Sabtu, 10 Februari 2018

Berlatih Menari - visual

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 8 game level 4

Kembali dalam latihan menari. Ya, setiap sabtu dan minggu adalah jadwal Naira belajar menari Jawa. Tak terasa sudah hampir setahun lamanya dan sekarang sudah naik tingkat 3. 

Latihan kali ini Naira terlihat sangat tidak antusias. Gerakannya lemes seperti orang belum makan 🤦‍♀️. Dan saya yang mengantar pun ikut gemas melihatnya 😬. Memang untuk tarian kali ini lebih sulit dibanding 2 tarian sebelumnya. Ia juga sering mengeluh sulit, seperti teman2xnya. Berulang kali saya mencoba untuk menyemangatinya (walau lebih terdengar sebagai omelan 😂) namun ia tidak bergeming. Pun walau sudah dicontohkan oleh gurunya. Barulah menginjak paruh waktu gerakannya agak lumayan, terutama setelah berulang kali ia ditegur dan gerakannya dibetulkan oleh gurunya 🤣. 

Klo begini kira2x masuknya kemana y, visual/auditory/kinestetis ? Jujur saya bingung 🙄. Menurut saya sepertinya adalah gabungan antara visual dan kinestetik. Visual karena melihat langsung gerakan tari yang dicontohkan gurunya. Kinestetik saat gerakannya yang salah dibetulkan oleh gurunya.

Jatibening, menjelang jam 11 malam
Dian Meridha Giza


#harike8
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP


Jumat, 09 Februari 2018

Sepatu Roda - kinestetik

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 7 game level 4

Seperti yang sudah disebutkan pada awal tantangan hari pertama, saat ini Naira memang sedang giat belajar memakai sepatu roda. Walau hanya bermain di dalam rumah, namun kemampuannya dari hari ke hari makin bertambah  baik. Berulang kali jatuh tidak menyurutkan semangatnya dalam bermain. Mungkin ini yang dimaksud gaya belajar kinestetik ? Dimana anak terus bergerak tidak bisa diam walau sebetulnya dalam keadaan lelah sekalipun.

Dan lepas maghrib tadi roda belakang sepatu roda yang cukup membantu pemula dalam menjaga keseimbangan dilepas oleh papanya. Kami kira Naira akan mengalami kesulitan, ternyata kami salah. Karena Naira sudah cukup bisa dalam menjaga keseimbangan dengan roda yang segaris di tengah. Belakangan ini ia memang mencoba2x sendiri, karena orangtuanya sebetulnya juga kurang paham dalam urusan sepatu roda 😂


Jatibening, jam 11 malam
Dian Meridha Giza

#harike7
#tantangan10hari
#gamelevel4
# gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Rabu, 07 Februari 2018

Membuat Buku - Visual

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 5 game level 4

Masih dalam mengamati gaya belajar Nai, sepertinya hari ini kembali visual yang lebih banyak bermain. Ia kembali mencoret2x kertas yang ternyata adalah membuat gambar orang dengan sedikit narasi seolah orang2x itu sedang memperkenalkan dirinya. Yang kembali membuat saya sedikit terpana adalah gambar orangnya yang terlihat lebih jelas dan bagus bentuknya daripada yang sebelum2xnya. Malahan tadinya saya kira itu adalah gambar bikinan papanya 😅.

Kemudian ia mengatakan bahwa ia sedang membuat sebuah buku untuk saya dan rahasia. Ternyata yang dibuatnya adalah buku resep, secara mamanya ini senang sekali membuat kue 🙈. Buku itu memang belum selesai/sempurna. Hanya dari selembar kertas dengan gambar dan tulisan di bagian covernya. Bagian isi pun masih berupa garis2x saja. Antara akan diteruskan atau tidak ini, karena tadi sudah keburu waktunya tidur 😂.


Jatibening, jam sebelas malam
Dian Meridha Giza

#harike5
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Selasa, 06 Februari 2018

Disturb - Auditory

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 4 game level 4

Menurut pedoman materi, salah satu ciri anak dengan gaya belajar Auditory adalah mudah sekali terganggu bila sedang mengerjakan sesuatu. Pun sama dengan Naira. Kebetulan hari ini dia lupa membawa buku Matematika, sehingga di sekolah dia mengerjakan latihan pada selembar kertas dan di haruskan untuk menyalinnya kembali dalam buku Matematikanya di rumah. Saat ia mengerjakan tugasnya, beberapa kali perhatiannya terganggu, entah oleh suara adiknya ataupun apa saja yang sedang kami lakukan, termasuk makan kacang 🤦‍♀️. Sampai2x papanya ikut gemas juga karena bila dibiarkan maka ia akan makin tambah ngelantur mengerjakan hal lain dan melupakan apa yang sebetulnya tengah ia kerjakan.

Namun di lain sisi, sepertinya ada ucapan saya yang begitu melekat dan mampu memotivasinya. Yaitu belajar sepatu roda. Kebetulan salah seorang teman narinya suka main skating d mall. Kemudian saya bilang pada Nai klo si A pandai dan sering main skating d mall. Ternyata beberapa hari kemudian Nai  mengeluarkan kembali sepatu rodanya dan mulai belajar memakainya kembali. Sepatu roda ini adalah hadiah ulang tahunnya yang ketiga, dan sekarang usia Nai adalah 7 tahun. Jadi selama 4 tahun, Nai memang belun pernah bersungguh2x untuk belajar memakainya. Namun sekarang tanpa disuruh hampir setiap ada kesempatan ia latihan terus. Dan memang makin hari ia mulai bisa menguasai benda tersebut dengan lebih baik. Begitu pun hari ini saat saya mengamatinya lebih jauh.


Jatibening, jam 11 malam
Dian Meridha Giza

Senin, 05 Februari 2018

The Homework - Visual

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 3 game level 4

Hari ini kebetulan Nai mendapat PR pelajaran bahasa Inggris. Sesuatu yang hanya terjadi sesekali saja, karena di sekolahnya memang jarang sekali ada PR. Kali ini PRnya adalah menuliskan benda2x yang ada di dapur, kamar mandi, ruang makan dan garasi, dalam 2 bahasa yaitu Inggris dan Indonesia. Saya menyuruhnya untuk melihat dan mengingat benda2x yang ada di sekelilingnya lalu membantunya untuk menerjemahkan serta mengejanya dalam bahasa Inggris. Cukup lumayan, ia bisa menyebutkan garpu, shampo, gelas, dan lain sebagainya. 

Kemudian saya mencoba merecall pengetahuan yang didapatkan dari planetarium kemarin, yaitu tentang nama2x planet. Ternyata selain Bumi bertambah 1 lagi yang diingatnya, yaitu Venus, sang bintang Kejora. Saya kembali membantunya untuk mengingat Merkurius sebagai yang paling dekat dengan matahari, Mars yang berwarna merah, Jupiter si paling besar, dan Saturnus yang mempunyai cincin.

Ia juga masih mengingat bahwa tidak boleh mengatakan emoh untuk tidak, sesuai dengan yang saya katakan kepadanya dulu saat ia masih kecil (ini tiba2x saja terlontar dari mulutnya ketika saya bilang emoh saat kami sedang ngobrol bertiga dengan papanya 😂).

Jatibening, jam setengah 12 malam
Dian Meridha Giza

Minggu, 04 Februari 2018

Planetarium - Visual

Assalammualaikum,

Tantangan hari ke 2 game level 4

Masih dalam rangka mengamati gaya belajar Nai dengan berfokus menstimulasi sisi visual, hari ini kami pergi ke planetarium, untuk mengajaknya melihat lebih dekat tentang benda2x langit. Ia sangat antusias karena sebetulnya sudah cukup lama juga kami menjanjikan untuk pergi kesana, yang karena satu dan lain hal baru bisa terlaksana tadi.

Setelah perjuangan papanya mengantri tiket selama 2 jam, akhirnya kami bisa menikmati pertunjukan tersebut. O ya, selama menunggu papanya, kami pergi ke perpustakaan DKI yang ada di samping gedung planetarium. Walaupun banyak buku yang cukup menarik, tapi Nai lebih tertarik dan memilih untuk bermain sejenis lego bersama adiknya. Nai membuat bentuk semacam benteng dan sepeda mobil dengan lego ala2x tersebut.

Di dalam planetarium saya sempat mengenalkan teleskop sebagai alat untuk melihat bintang kepadanya. Dan selama pertunjukan berlangsung, saya juga mencoba untuk menerangkan kembali maksud dari narasi cerita. Mulai dari rasi bintang, berbagai macam benda langit sampai nama2x planet yang kita kenal selama ini. Walaupun terlihat agak lelah sehabis menari dan menunggu cukup lama, Nai cukup menikmati pertunjukan tersebut sambil terus memegangi tangan saya. Ya, Nai memang takut gelap dan belum cukup terbiasa dengan suasana bioskop, walau kami sudah sempat beberapa kali mengajaknya nonton layar lebar.

Usai pertunjukan ia berulang kali mengatakan klo ia sangat menyukainya karena pertunjukan tersebut bagus. Di rumah saya mencoba merecall kembali tentang nama2x planet yang ada, walaupun ia hanya mengingat Bumi, yang kami tempati 🤦‍♀️.

Jatibening, menjelang jam 11 malam
Dian Meridha Giza

Sabtu, 03 Februari 2018

Visual, Auditory atau Kinestetik ?

Assalammualaikum,

Tantangan hari 1 game level 4

Hai, hai, bertemu lagi dengan game selanjutnya. Saat ini sudah masuk game level 4, hari ke3, yaitu memahami gaya belajar anak. Tidak seperti biasanya, walaupun tantangan sudah memasuki hari ke3, tapi saya baru akan mulai hari 1. Penyebabnya ? Apalagi klo bukan binun 😂. Masih seperti game2x sebelumnya, yang menjadi objek kali ini adalah Nai, si sulung, yang sudah duduk di kelas 1 SD. 

Agak susah saya dalam mengidentifikasi gaya belajar Nai. Karena sepertinya adalah kombinasi antara ketiga gaya yang ada. Sehingga belum bisa menentukan mana yang lebih dominan. Feeling saya sih visualnya yang agak menonjol. Kenapa ? Karena dia senang sekali mencoret2x seperti menggambar dan mewarnai. Bila ada tugas dari sekolah, maka ia akan memberikan dekorasi tambahan pada lembaran yang diberikan. Entah itu sekedar gambar hati ataupun mewarnai objek tugasnya. Alhamdulilah sekolahnya tidak ada masalah dengan kebiasannya tersebut. Nai juga cukup detail akan sesuatu. Dulu waktu TK dan belum bisa membaca, Nai sering membantu temannya untuk mengambilkan buku pelajaran yang dimaksud/diminta gurunya dengan melihat gambar yang ada pada buku tersebut (kebetulan temannya itu juga belum bisa membaca saat itu). Ia juga cepat dalam mengikuti dan menghafal tarian yang diajarkan guru tarinya pada kursus menari.

Tapi dibilang auditory sepertinya iya juga, karena selain ia juga cepat menghafal surat2x pendek yang saya bacakan, konsentrasinya sangat mudah terganggu oleh keributan ataupun hal2x kesukaannya. Misalnya bila diajak mengobrol oleh temannya di kelas, ataupun lengah dan tidak fokus waktu menari karena melihat temannya sedang memainkan sesuatu.

Kinestetik pun sepertinya begitu. Nai amat susah untuk diam. Selalu bergerak kesana kemari. Baik itu sedang makan, belajar ataupun bermain. Tangannya seperti tidak mau diam, selalu mengerjakan sesuatu. Seringkali saat hafalan surat pun ia sambil menulis, menggambar atau malah berlompat kesana kemari, yang makin membuat saya gemas -baca : kesal 🤣-. Ibaratnya itu, maaf, **n**t ada pakunya sehingga susah sekali untuk diam 🤦‍♀️.

Untuk 3 hari ini saya akan coba untuk menstimulus visualnya dengan berpedoman pada materi dan hasil diskusi di kelas serta contoh yang telah diberikan oleh teman2x. 

Kebetulan tadi saya membuat pizza. Kemudian ia minta diberikan adonan untuk dipakainya bermain. Saya berikan sedikit dan ia asyik membulatkan, memipihkan serta membentuk adonan tersebut. Lalu ikut membantu menaburkan sosis pada adonan yang akan dipanggang. Ia sangat menikmatinya karena memang pada dasarnya ia suka sekali main masak2x-an ataupun melihat dan membantu saya memasak, walaupun sifatnya malah merecoki 🤣.

Jatibening, menjelang jam 12 malam
Dian Meridha Giza