Label
- aliran rasa
- aliran rasa bunsay game level 8
- aliranrasagamelevel6
- berpikir kreatif
- bunda sayang
- fitrah seksualita
- fitrah seksualitas
- for things to change
- for things tp change
- forthingstochange
- Game level 1
- game level 11
- game level 9
- gaya belajar anak
- i have to change first
- i must change first
- ibu profesional
- ibu profesional level 18 tantangan 10 hari
- ibu profesional level 8 tantangan 10 har
- ibu profesional level 8 tantangan 10 hari
- ihavetochangefirst
- iip
- ilovemath
- institut ibu profesional
- institutibuindonesia
- institutibuprofesional
- institutinuprofesional
- Kelas Bunda Sayang
- kelasbundasayang
- Komimunikasi Produktif
- Komunikasi Produktif
- kuliahbunsay
- kuliahbunsayiip
- level 10
- level9
- matematika logis
- matharoundus
- Melatih Kecerdasan
- Melatih Kecerdasan Family Project
- melatih kecerdasan intelektual
- Melatih Kecerdasan Spiritual
- Melatih Kemandirian
- resume diskusi materi9
- semuaanakadalahbintang
- tantangan 10 hari
- tantangan day 1
- tantangan10hari
- thinkcreatuve
Sabtu, 29 Juli 2017
NHW 9
Assalammualaikum,
Dan akhirnya sampailah saya pda NHW 9 atau NHW final dari kelas matrikulasi ini. Jeng jeng jeng, ga nyangka juga klo saya akhirnya bisa nyampe disini, mengingat NHw yang tertatih2x dan hampir selalu last minute ☺️.
Dalam NHW ini kita diminta untuk belajar menjadi agen perubahan, khususnya di dalam masyarakat dengan memakai rumus :
Passion + Emphaty = Social Venture
Sungguh suatu istilah yang baru bagi saya. Apa sih social venture itu ?
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan okeh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sementara social enterpreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial dan sekitarnya dengan mengunakan kemampuan enterprenurnya. Sehingga yang dimaksud disini adalah supaya kita, kaum ibu, bisa membuat perubahan di masyarakat yang diawali dari rasa emphaty, lalu membuat usaha yang berkelanjutan yang juga diawali dengan menemukan apa yang menjadi passion kita.
Sebelumnya saya kembalu meminta maaf (lagi) dl sama mba Maria dan mba Arina, selaku korming 9, karena lagi2x saya mengalami kesulitan untuk membuat NHw ini dalam bentuk bagan (hanya mengerjakan dari hp) sehingga akan saya buat dalam bentuk narasi saja.
Seperti telah diutarakan pda NHW sebelumnya tentang aktivitas saya di ranah bisa dan suka, saya memilih memasak (Minat, hobi ketertarikan).. Awalnya adalah karena ingin menyediakan makanan sehat untuk keluarga kecil saya, khususnya anak2x. Termasuk dalam hal ini adalah membuat stok makanan olahan beku atau frozen food, dalam hal ini nuget.
Kemudian saya melihat bahwa makin kesini trend frozen food sudah makin merebak, terutama untuk anak usia sekolah. Menu ini memang bisa dibilang menjadi andalan banget untuk menyiasati keribetan dapur di pagi hari dalam menyiapkan sarapan/bekal. Pun ketika anak saya yang paling besar memasuki masa sekolah. Ia kerap bercerita klo teman2xnya sering membawa bekal nasi + nuget/sosis.
Memang di pasaran banyak sekali beredar frozen food yang beraneka ragam dengan rasa dan bentuk yang lucu2x, dari mulai nuget, bakso, sosis, siomay dsb. Namun bila kita cermati, kebanyakan (bahkan hampir semua) produk tersebut mengandung zat tambahan, terutama penguat rasa dan pengawet yang kurang baik untuk kesehatan tubuh, khususnya anak2x (Isu sosial). Karena memang target pasar produk teraebut adalah anak usia sekolah (terutama) yang masih membawa bekal.
Maka dari itu pingin banget rasanya saya untuk menularkan kebiasaan makan makanan sehat yang minim penguat rasa dan pengawet, terutama frozen food olahan, yang sangat digemari oleh masyarakat, khususnya anak2x (Ide sosial). Selain anak2x (Masyarakat), sasaran yang paling penting adalah ibu2x selaku pembuat keputusan dalam pemilihan makanan dan bahan makanan bagi keluarganya (Masyarakat). Adapun alasan lain pribadi adalah untuk memanfaatkan freezer ex ASI anak2x juga sih, he3x.
Tapi jujur, saya masih belum PD alias percaya diri untuk memulainya. Masih banyak keraguan yang menjadi pemberat langkah ini berjalan. Untuk itu saya akan dan harus membenahi lagi serta mengupdate semua ilmunya. Mulai dari teknik memasak yang efisien (Hard skill), sampai ke sistem penjualan dan pemasarannya atau komunikasi dan net working (Soft skill).
Semoga someday mimpi ini bisa segera terwujud. Terima kasih untuk IIP yang telah mengingatkan saya untuk dapat berbuat “sesuatu” dalam lingkup masyarakat, doain ya, amin.
Jatibening, 29 July 2017
-mg-
Sabtu, 22 Juli 2017
Nhw 8
Assalammualaikum,
Alhamdulilah sampai di NHW 8 alias 2 NHW menuju akhir kelas matrikulasi. Ibarat orang mau lahiran, NHW ini adalah pembukaaan 8, kurang dikit lagi untuk nyampe ke bukaan 10 sebelum boleh mengeden. He3x, Jaka Sembung bawa golok alias ga nyambung kayaknya 😜.
Dalam NHW kali ini kita diminta untuk lebih dapat menggali dan menerapkan misi hidup yang telah kita temukan demi untuk menunjang produktivitas keluarga. Awalnya agak bingung juga saya, karena semua kayak ga nyambung.
Pertama untuk misi/peran hidup yang diambil. Disini saya memilih untuk mendampingi anak2x dalam menjalani kehidupannya sesuai dengan fitrahnya, hingga mereka busa mandiri, meraih masa depannya dan membawa manfaat bagi orang lain (at least menjadi role model positif bagi generasinya). Sementara hasil temu bakat saya adalah commander, distributor, restorer, strategic dan treasury. Dan untuk aktivitas yang saya bisa dan sukai adalah memasak.
Nah kan, bingung deh 🤣. Alhamdulilah setelah diskusi sama mba Maya, selaku korming minggu ini), insya allah mulai kelihatan titik terang/benang merahnya.
Jujur, walaupun peran hidup yang saya ambil adalah mendampingi anak2x, kesabaran saya dalam menghadapi mereka agak kurang 😅. Masih perlu lebih banyak lagi untuk belajar dan berlatih, terutama dari temen2x di kelas matrikulasi ini. Adapun benang merah yang bisa saya tarik dari semua ini adalah salah satu usaha saya dalam mendampingi mereka (anak2x) yaitu melalui salah satu faktor pendukungnya, yaitu makanan.
Yang membuat saya mau tidak mau terpaksa harus bisa memasak dan akhirnya menyenangi kegiatan ini adalah saya harus bisa menyediakan makanan yang sehat dan bergizi untuk keluarga saya, terutama anak2x, yang sedang dalam masa pertumbuhan dan makin dikelilingi oleh beraneka jenis makanan, baik sehat maupun tidak sehat. Sehat dan bergizi menurut versi saya juga tidak aneh2x kok, yang penting untuk bahan diusahakan alami (sayuran dibeli tiap 1-3 hari sekali), no MSG, meminimalisir penggunaan zat aditif dan makanan olahan/kalengan, membuat sendiri untuk produk2x olahan seperti nuget, bola2x ayam, menggunakan beraneka jenis bahan makanan supaya anak tidak picky eater dan memenuhi zat gizi yang sesuai dengan standar (karbohidrat, protein, vitamin dan lemak atau yang sering dikenal sebagai menu 4 bintang).
Sedangkan untuk hubungannya dengan temu bakat, saya mengambil commander. Diantaranya dengan selalu memonitor kegiatan mereka, terutama si kakak yang tahun ini masuk sd (dimana tantangan peer grup akan mulai muncul), memberi arahan/masukan2x positif, melatih mereka untuk bisa mandiri sedikit demi sedikit.
Balik ke nhw, kira2x jadinya seperti ini :
Be :
Saya ingin menjadi ibu yang dapat mendampingi anak2xnya dalam menjalani kehidupannya hingga mereka bisa mandiri dan meraih masa depannya, dengan selalu memantau kegiatan mereka, memberi arahan, melatih mandiri untuk menghadapi masa depan dan mendukung pertumbuhannya melalui faktor makanan
Do :
Membuat makanan sehat dan bergizi demi menunjang aktivitas dan pertumbuhan mereka
Have :
Memiliki usaha homemade frozen food sehingga bisa ikut menularkan kebiasaan memasak makanan sehat yang bebas zat tambahan/pengawet kepada masyarakat, khususnya anak2x
Adapun untuk 3 aspek dimensi waktunya adalah sbb :
Yang ingin dicapai dalam kurun waktu kehidupan :
1.Menjadikan anak2x sholehah, mandiri dan siap menghadapi tantangan hidup serta meraih masa depannya
2.Menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain
Yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan (strategic plan) :
1.Menguasai atau paling tidak lebih mendalami ilmu parenting dan mempraktekkannya kepada anak
2.Menjadi sahabat anak sehingga anak bisa terbuka dan nyaman bercerita apa saja kepada saya selaku ibunya
Yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 tahun (new year resolution) :
1.Memanage diri menjadi lebih baik, terutama yang berhubungan dengan kontrol emosi, manajemen waktu
2.Lebih dekat dengan anak dalam artian lebih bisa memahami perasaan dan segala polah tingkah mereka sebagai bagian dari proses belajarnya
Walaupun terlihat sederhana, tapi bagi saya semua ini sangat amatlah tidak mudah. Perlu tekad dan usaha yang keras agar dapat terwujud dan bukan sekedar angan belaka. Insya allah semoga bisa terwujud, amin
Sabtu, 15 Juli 2017
Nhw 7
Assalammualaikum,
Tanpa terasa nhw udah masuk episode 7. Kali ini dengan episode tahapan menjadi bunda produktif. Disini kita lebih diajarkan lagi untuk membuat skala prioritas dengan lebih spesifik. Alat bantu yang digunakan adalah talent mapping yang ditemukan oleh abah Rama. Tools ini berfungsi untuk mengetahui tipe kekuatan diri kita sehingga diharapkan bahwa masing2x pribadi dapat lebih mengenali potensi diri dan menemukan peran spesifiknya dalam menjalani kehidupan ini.
Dari hasil tes yang didapat, kekuatan saya ada di commander, distributor, restrorer, strategic dan treasury. Boleh dibilang sebagai orang dibelakang meja, karena saya memang kerap kali dalam melakukan sesuatu selalu mencari cara/jalan yang paling baik/menguntungkan (terutama yang ada hubungannya dengan uang/cost), serta menyukai kerapihan dan keteraturan.
Adapun untuk kuadran aktifitasnya adalah sbb :
Kuadran 1 - sesuatu yang saya suka dan saya bisa :
Memasak : awalnya terpaksa karena dengan alasan menikah dan punya anak, tapi lama2x menemukan keasyikan sendiri, walaupun untuk hasilnya belum bisa atau bahkan jauh dari sempurna. Apalagi setelah punya anak, pinginnya bikin segala macam dan akan sangat senang klo ternyata mereka menyukainya
Senam aerobic : mungkin karena pada dasarnya saya senang menari, jadi seperti ada penyaluran bakat terpendam kala melakukannya
Kuadran 2 - sesuatu yang saya suka tapi tidak saya bisa :
Berenang : sebetulnya belajar sudah sejak dari jaman sekolah dulu, tapi entah mengapa sampai sekarang tak kunjung mahir jua. Mungkin karena saya kurang sungguh2x dalam belajar sehingga hasilnya juga kurang maximal
Kuadran 3 - sesuatu yang saya bisa tapi tidak saya suka :
Bebenah rumah alias mengerjakan pekerjaan rumah tangga : mulai dari menyapu, mengepel, bersih2x, cuci baju, nyetrika. Kenapa ? Karena saya perlu waktu lebih lama untuk mengerjakan hal2x tersebut sehingga terkesan buang2x waktu. Padahal klo pas tidak ada ART, mau tidak mau kan hal2x tersebut harus dikerjakan ya, he3x
Kuadran 4 - sesuatu yang saya tidak suka dan saya todak bisa :
Menggambar : dari jaman sekolah sampai sekarang gambar yang saya bisa cuma gunung dan rumah sederhana banget, itu pun udah BT dan mati gaya klo disuruh ngegambar, ga kreatif saya akui tapi alhamdulilah sepertinya anak saya yang pertama malah senang menggambar
Mohon maaf untuk mba Maria dan semua tim fasil, saya masih belum bisa menemukan cara untuk melampirkan hasil tesnya
Sabtu, 08 Juli 2017
Nhw 6
Assalammualaikum,
Setelah libur hampir 2 minggu, balik lagi ketemu sama nhw. Hawa liburan yang masih kerasa bikin otak dan tangan berat banget untuk mikir dan nulis lagi -alasan doang kayaknya sih 😝-. Kali ini temanya adalah belajar menjadi manajer keluarga handal, untuk mempermudah kita menemukan peran hidup dan mendampingi anak2x menemukan peran hidupnya. Ini sesuai banget dengan kondisi keseharian saya yang sepertinya selalu terjebak dengan rutinitas yabg tidak ada habisnya, sehingga kerap membuat saya bludrek atau merasa jenuh.
Disini kita diminta untuk menuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting, lalu mengumpulkannya menjadi 1 kandang waktu dengan memberikan cut off yang harus dipatuhi. Dengan kata lain, kita sedang belajar untuk menentukan skala prioritas dan mendisiplinkan diri sendiri. Kelihatannya sih memang sederhana, tapi bagaimanakah kenyataannya ?
Let’s see then……
3 aktivitas penting :
1. Ibadah ; mulai dari shalat wajib, shalat sunnah, shalat malam dan baca qur’an, kira2x 10 menit s/d setengah jam per tiap waktu shalat
2. Mengurus anak ; dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi pada malam hari
3. Memasak ; baik itu sarapan, makan siang dan malam, maupun camilan
3 aktivitas tidak penting :
1. Main hp ; mulai dari cek message, ngintip facebook dan window shopping online
2. Tidur siang > 1/2 jam ; ngeloni anak, yang seringnya ikut bablas tidur juga
3. Nonton TV ; terutama acara gosip, yang alhamdulilah makin kesini makin ga kebagian waktu, sehingga seringnya TV hanya nyala saat weekend jika anak2x request aja
Jujur selama ini waktu saya banyak tersita untuk mengurus anak dan main hp. Untuk mengurus anak sebetulnya udah cukup terbantu oleh suami dan anak. Pagi hari adalah jadwalnya suami memegang anak2x, mulai dari mereka bangun tidur sampai mengantar ke sekolah. Sementara saya pegang dapur (bikin sarapan, belanja ke warung dan menyiapkan bahan untuk masak siang. Rutinitas saya hanya mengurus si adik saat pulang dari ikut mengantar kakak sekolah, mengeloninya tidur, lalu jemput kakak pulang sekolah, menemani mereka tidur siang, mandi sore, makan malam, shalat maghrib yang dilanjut dengan hafalan surat dan doa pendek untuk kakak, sampai tidur malam. Sedangkan untuk makan siang, anak2x di pegang ART, sementara saya shalat dan lanjut ikut makan.
Terlihat simple dan banyak waktu luang memang kelihatannya, tapi kenyataannya cukup ribet. Saat tidur pagi, si adik seringkali tidak nyenyak sehingga rewel (maunya ditungguin terus) dan membuat kegiatan masak agak terganggu dan molor. Lalu saat tidur siang sekitar jam 2-an, anak2x juga kerap masih asyik bermain dan jadwal berubah menjadi mandi sore pada pukul 3 atau setelah asar, baru setelah itu tidur. Saat menemani mereka tidur, tidak jarang saya juga keenakan bablas ikut tidur, bahkan lebih dari 1 jam 😂. Untuk urusan makan, anak2x saya juga tergolong yang lama, sehingga membuat mamanya harus extra sabar, baca menahan emosi 😜. Jika anak lain bisa selesai makan dalam waktu maximal setengah jam, maka anak2x saya bisa menghabiskan waktu 1-2 jam. Itu berlaku tidak hanya pada si kakak yang udah makan sendiri, tapi juga si adik yang masij disuapin. Jadi klo mereka mulai makan malam sekitar jam 7-an, kira2x baru akan selesai pada jam 8-9, cukup bikin saya tarik ulur emosi alias panjang usus.
Untuk masalah hp, jujur juga susah banget. Seringnya bangun tidur setelah matiin alarm langsung cek inbox, bahkan ngintip facebook dengan alasan untuk “ngebuka mata” yang masih sepet -tepok jidat 😩-.
Sepertinya yang harus d beri kandang waktu adalah rutinitas dari jam setengah empat pagi sampai jam 11 siang.
Adapun untuk jadwal keseharian yang selama ini berlaku adalah sbb :
03:30-05:30 bangun, shalat malam, zikir,
ngaji, shalat subuh
05:30-07:00 bikin sarapan, nyiapin bekal,
nyicil untuk masak siang
07:00-08:00 menemani anak2x sarapan
dan nyuapin adik
08:00-09:00 olahraga, mandi, shalat dhuha
09:00-09:30 ngeloni adik tidur
09:30-11:00 masak
11:00-12:00 main sm adik, siap2x jemput
Kakak
12:00-13:00 jemput kakak
13:00-14:00 shalat, makan
14:00-15:00 ngelonin anak2x, ikut tidur
Siang
15:00-17:00 ngangkat jemuran, shalat asar
Ngangetin makanan, ngaji,
Mandi
17-00-18:00 mandiin anak2x
18:00-19:00 shalat maghrib, hafalan untuk
Kakak
19:00-20:00 makan malam, nyuapin adik
20:00-21:00 cuci piring, main sama anak
21:00-22:00 nyiapin anak pergi tidur,
Shalat isya, tidur
Ini prakteknya sering banget melenceng, mulai dari telat bangun sampe yang ujung2xnya anak2x baru tidur jam 11 malam dan saya tidur jam setengah 12 malam. Ini juga yang sering (bahkan banget) bikin saya cuma setor nama/absen doang saat kelas berlangsung (punten banget ya mba maria, boleh di jewer niy 😓), karena saat kelas berlangsung urusan domestik saya belum selesai, karena saya juga lagi berusaha keras untuk tidak pegang hp saat bersama dengan anak, terutama saat menemani mereka makan ataupun nyuapin, karena klo saya nemenin mereka makan sambil ngerjain hal lain, yang ada mereka juga makannya tambah disambi main dan lari2x.
Jadwal ini pun sekitar 2 minggu lagi harus direvisi karena si kakak mulai masuk sd, yang pulang jam setengah 2 siang dan harus dibawain bekal makan siang, bukan sekedar snack aja. Semoga dalam 1 minggu ini (10-17 juli 2017) jadwal ini bisa ditaati dan saya bisa mendisiplinkan diri sendiri, amin.
Langganan:
Postingan (Atom)