Sabtu, 29 Juli 2017

NHW 9

Assalammualaikum, Dan akhirnya sampailah saya pda NHW 9 atau NHW final dari kelas matrikulasi ini. Jeng jeng jeng, ga nyangka juga klo saya akhirnya bisa nyampe disini, mengingat NHw yang tertatih2x dan hampir selalu last minute ☺️. Dalam NHW ini kita diminta untuk belajar menjadi agen perubahan, khususnya di dalam masyarakat dengan memakai rumus : Passion + Emphaty = Social Venture Sungguh suatu istilah yang baru bagi saya. Apa sih social venture itu ? Social venture adalah suatu usaha yang didirikan okeh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sementara social enterpreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial dan sekitarnya dengan mengunakan kemampuan enterprenurnya. Sehingga yang dimaksud disini adalah supaya kita, kaum ibu, bisa membuat perubahan di masyarakat yang diawali dari rasa emphaty, lalu membuat usaha yang berkelanjutan yang juga diawali dengan menemukan apa yang menjadi passion kita. Sebelumnya saya kembalu meminta maaf (lagi) dl sama mba Maria dan mba Arina, selaku korming 9, karena lagi2x saya mengalami kesulitan untuk membuat NHw ini dalam bentuk bagan (hanya mengerjakan dari hp) sehingga akan saya buat dalam bentuk narasi saja. Seperti telah diutarakan pda NHW sebelumnya tentang aktivitas saya di ranah bisa dan suka, saya memilih memasak (Minat, hobi ketertarikan).. Awalnya adalah karena ingin menyediakan makanan sehat untuk keluarga kecil saya, khususnya anak2x. Termasuk dalam hal ini adalah membuat stok makanan olahan beku atau frozen food, dalam hal ini nuget. Kemudian saya melihat bahwa makin kesini trend frozen food sudah makin merebak, terutama untuk anak usia sekolah. Menu ini memang bisa dibilang menjadi andalan banget untuk menyiasati keribetan dapur di pagi hari dalam menyiapkan sarapan/bekal. Pun ketika anak saya yang paling besar memasuki masa sekolah. Ia kerap bercerita klo teman2xnya sering membawa bekal nasi + nuget/sosis. Memang di pasaran banyak sekali beredar frozen food yang beraneka ragam dengan rasa dan bentuk yang lucu2x, dari mulai nuget, bakso, sosis, siomay dsb. Namun bila kita cermati, kebanyakan (bahkan hampir semua) produk tersebut mengandung zat tambahan, terutama penguat rasa dan pengawet yang kurang baik untuk kesehatan tubuh, khususnya anak2x (Isu sosial). Karena memang target pasar produk teraebut adalah anak usia sekolah (terutama) yang masih membawa bekal. Maka dari itu pingin banget rasanya saya untuk menularkan kebiasaan makan makanan sehat yang minim penguat rasa dan pengawet, terutama frozen food olahan, yang sangat digemari oleh masyarakat, khususnya anak2x (Ide sosial). Selain anak2x (Masyarakat), sasaran yang paling penting adalah ibu2x selaku pembuat keputusan dalam pemilihan makanan dan bahan makanan bagi keluarganya (Masyarakat). Adapun alasan lain pribadi adalah untuk memanfaatkan freezer ex ASI anak2x juga sih, he3x. Tapi jujur, saya masih belum PD alias percaya diri untuk memulainya. Masih banyak keraguan yang menjadi pemberat langkah ini berjalan. Untuk itu saya akan dan harus membenahi lagi serta mengupdate semua ilmunya. Mulai dari teknik memasak yang efisien (Hard skill), sampai ke sistem penjualan dan pemasarannya atau komunikasi dan net working (Soft skill). Semoga someday mimpi ini bisa segera terwujud. Terima kasih untuk IIP yang telah mengingatkan saya untuk dapat berbuat “sesuatu” dalam lingkup masyarakat, doain ya, amin. Jatibening, 29 July 2017 -mg-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar