Sabtu, 20 Mei 2017

NHW 1

Assalammualaikum,

Ini adalah pertama kalinya saya membuat blog dan kembali menulis setelah sekian tahun. Katro ? Bangettt, maklum lah ya, rada gaptek gitu, he3x... Klo dulu nulis itu cuma sekedar iseng corat coret ngeluarin uneg2x hati, bahasa tenarnya ngisi diary, sekarang kayaknya dituntut untuk lebih serius. Kenapa ? Lha iyalah ya, karena blog ini dibuat untuk ngerjain pr dari institut ibu professional yang istilah kerennya nhw alias nice homework 😊.

Apaan sih IIP itu ? Mana ribet banget lagi pake ada acara pr segala, nyaingin anak sekolah aja.

IIP adalah komunitas para ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya, baik sebagai ibu, istri maupun perempuan

Bahasa sederhananya saya sih emang sekolah. Sekolah apa ? Sekolah virtual untuk meningkatkan kualitas diri emak2x macam saya inilah 😀.

Kira2x kenapa ya kok saya pake ikutan kayak gini segala, padahal daily routine dengan 2 anak aja udah ribet banget. Nambah kerjaan kayaknya. Mesti ikut kelas by WA, ada pr, belum lagi traffic chat yang makin padat (semoga hp juga mendukung dan tidak berbalik protes).

Intinya sih saya pingin menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam peran saya sebagai ibu dari 2 anak perempuan yang lagi lucu2xnya dan hampir selalu membuat saya ambil nada tinggi nyaingin mba Celine Dion, favorite saya 😂.

Bisakah saya ? Klo boleh jujur, sebetulnya
sih ragu n rada minder juga, apalagi dengan adanya pr atau nhw ini, karena dulu untuk nulis pun juga ga rutin, cuma klo ada moment2x tertentu aja. Tapi klo ga dicoba juga ga akan pernah tau kan y, so i decide to give myself a try 😋.

Sebagai langkah awal belajar, kami diminta untuk memilih salah satu ilmu yang akan ditekuni dalam universitas kehidupan ini.

Universitas kehidupan ? Ya, istilahnya emang abstrak banget. Begitu juga disiplin ilmu yang dimaksud tentunya.

Saya mulai berpikir, apa ya ? Karena jujur terlalu banyak kekurangan saya. Mulai dari galak, ga sabaran, tukang ngomel, bawel dsb.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih sabar. Kenapa ? Karena ambang toleransi sabar saya memang rendah banget. Apalagi klo udah ngedepin anak, masya allah, itu rasanya sebentar2x seperti mau meledak aja. Mulai dari urusan makan, sekolah ampe berantem. Saya punya dua orang anak perempuan, si kakak 6.5 thn dan adeknya 2.5 thn. Kebetulan anak2x saya ini adalah yang tipenya suka belok2x klo melakukan sesuatu jadi semuanya jadi lambat atau ga kelar2x alias mbulet aja.

Sementara saya dididik untuk serba cepat (walaupun pada prakteknya sering lelet juga) jadi saya pun inginnya anak2x juga cepat dalam melakukan sesuatu.

Sebetulnya sadar sih klo saya itu agak terlalu berlebihan, apalagi klo udah marah, saya selalu lepas kontrol. Walaupun
dahannya menyesal, tapi susah sekali mengendalikan emosi. Dan itu mesti berulang. Klo meminjam istilah salah seorang teman kemarin, tobat sambel judulnya. Tobat tapi masih diulangi lagi. Sejumlah ilmu dari beberapa seminar parenting yang pernah saya ikuti pun seakan menguap bila berhadapan dengan emosi jiwa.

Inilah salah satu sebab kenapa saya bergabung dalam IIP, dengan harapan agar saya dapat terus mengasah dan memperpanjang rasa sabar saya dalam menjalani hidup ini, terutama yang berhubungan dengan peran saya sebagai seorang ibu, terutama sekali dalam menghadapi anak2x, yang sering kali menjadi korban ketidaksabaran ibunya.

Kira2x konkretnya gimana ? Saya sadar
sepenuhnya bahwa saya perlu banyak masukan positif. Seperti gelas, saya harus berusaha untuk mengosongkan diri saya dari persepsi2x negatif agar dapat menerima masukan2x tersebut dan melatihnya secara terus menerus sehingga tercapai tujuan saya, yaitu menjadi pribadi, terutama sebagai ibu yang lebih baik bagi anak2x saya. Karena saya sadar, anak2x adalah titipan Allah yang dapat diambil sewaktu2x tanpa saya bisa menawarnya. Saya juga takut klo saya sampai melampaui batas dan Allah marah sehingga mengambil mereka sebelum waktunya. Semoga saya bisa menikmati waktu saya bersama mereka dengan indah sebelum mereka pergi mengepakkan sayapnya mengarungi dunia ini, Amin.

Bekasi, 20 Mei 2017, 22:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar