Assalammualaikum,
Tantangan hari 17 game level 1
Yeay the last day π
. Just don't believe that i could do it π.
Ok, kali ini topiknya adalah catering. Beberapa hari ini Naira memang sering sekali minta catering untuk bekal makan siangnya di sekolah. Hal ini dikarenakan ada beberapa teman sekelasnya yang memang memakai jasa catering untuk bekal makan siang. Catering yang dimaksud adalah catering sekolah yang dikelola oleh salah seorang orang tua murid. Tentu saja saya keberatan. Apa pasal ? Karena walaupun tidak selihai koki restaurant, insya allah saya masih sanggup untuk memasak dan membawakan bekal snack dan makan siang Naira dengan menu yang cukup bervariasi. Terutama juga karena posisi saya adalah di rumah saja atau ranah domestik yang tidak mengharuskan saya untuk pergi bekerja. Ya tapi karena namanya anak2x, mesti terpengaruh juga oleh teman2xnya.
Hingga sampailah kami kepada suatu dialog sambil menikmati makan di meja makan. "Kakak kepingin catering ?", tanya saya. "Iya ma", jawabnya. "Emang siapa aja yang catering ?", tanya saya lagi. "Ya banyak. Ada Namiya, Amalta, Ataya, Dhafi, terus masih ada lagi", lanjutnya. "Mamanya Namiya bukannya di rumah ya ? Kok pake catering segala ? Emang ga masak ?". "Ya kadang2x sih ma. Kadang catering, kadang bawa bekal. Yang lain juga gitu", katanya. "Emang menu cateringnya apa kak ? Ada buahnya juga ? Palingan pisang doang kan ya ?", saya mulai mangkel π. "Macem2x ma. Ada ayam kriuk, sayur, puding ada apelnya", kilahnya. "Mama juga bisa bikin ayam kriuk. Kan kakak udah pernah bawa juga. Emang masakan cateringnya enak kak ? Kakak udah pernah cobain belum?", mama mulai getegetan π¬. "Tapi kan aku pingin yang di catering, rasanya enak kok", jawabnya lagi. "Kak, klo catering itu kan mahal. Lagian yang makan kakak doang. Klo mama masak kan bisa buat adek juga, terus mama, papa ampe mba pun kebagian. Nanti kita ga bisa jalan2x ke mall lho, karena uangnya abis untuk catering", saya coba memberikan masukan. "Tapi aku pingin catering ma, sekali aja", kilahnya lagi. "Masakan catering kan mama ga tau pake mici atau engga. Nti klo banyak micinnya gimana ?", mama makin kesel π. Dia hanya diam sambil pasang muka cemberut.
Dan demikianlah, Naira masih keukeuh minta catering walau saya sudah jabarkan beberapa alasan. Sepertinya komprod agak macet di tengah jalan, mungkin beberapa waktu kemudian bisa dicoba lagi π€¦♀️
Jatibening, jam setengah 12 malam
Dian Meridha Giza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar