Rabu, 08 November 2017

Kaos Kaki

Assalammualaikum,

Tantangan hari 7 game level 1

Masih di seputaran pagi hari, persiapan sekolah. Tiba2x dapat laporan dari papanya klo Naira ga mau pake kaos kaki ke sekolah. Alasannya adalah karena ada beberapa temannya yang tidak menggunakan kaos kaki saat ke sekolah.

O ya, sekolah Naira ini modelnya memang seperti sekolah alam. Tempat yang digunakan adalah rumah sang pemilik yang sekaligus sebagai kepala sekolah. Ruangan kelasnya terbuka, dan kegiatan belajar pun tidak melulu di dalam kelas.  Sekolah ini menganut sistem inklusi, dimana setiap anak dibiarkan untuk berkembang sesuai dengan tahapannya masing2x. Sekolah alam wanna be, begitu saya menyebutnya. Selama kegiatan di sekolah, siswa memang menggunakan sandal, jadi sepatu hanya dipakai saa berangkat dan pulang. Hal ini juga yang menyebabkan beberapa murid ada yang tidak menggunakan kaos kaki bahkan sepatu seperti di sekolah standar, termasuk teman kelasnya Naira.

Sambil membantunya gosok gigi, saya mencoba mengajaknya bicara. "Kakak kenapa ga mau pake kaos kaki ? Karena kemarin Namiya ga pake ya ?". Namiya adalah teman sekelasnya dan kebetulan pas kemarin saya jemput sempat lihat klo dia memang tidak pake kaos kaki. "Emang Namiya kenapa kok ampe ga pake kaos kaki ?", lanjut saya. "Namiya itu sepatunya masih kebesaran ma, jadi dia ga pake kaos kaki", jawabnya. "Kebesaran ? Justru klo sepatu kebesaran itu harus pake kaos kaki, jadi bisa pas dan ga longgar", jawab saya. "Sekolah itu harus rapi dan sopan lho kak. Kan sekolah tempat kakak belajar, jadi harus dihargai. Walaupun di sekolah terus ganti pake sandal, tapi klo berangkat dan pulang tetap harus rapi, pake sepatu dan kaos kaki. Biarin aja klo ada temennya yang ga pake kaos kaki. Kakak ga usah ikut2xan. Banyak juga anak2x sekolah yang ga bisa pake kaos kaki. Karena mereka ga punya uang untuk beli. Padahal mereka pingin banget tu bisa pake sepatu dan kaos kaki. Jadi nti tetep pake kaos kaki ya", tegas saya lagi. Tidak ada jawaban, tapi dia kembali memakai kaos kakinya. 

Alhamdulilah ga sampe perang urat, walau tetep aja mulut ini nyerocos kayak kereta api 😅.


Jatibening, setengah 11 malam
Dian Meridha Giza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar