Jumat, 03 November 2017

Tahu dan Tempe

Assalammualaikum,

Masuk tantangan hari 2 dengan objek masih si kakak alias Naira.

Kejadian di meja makan waktu sarapan. Kebetulan menu sarapan tadi pagi adalah nasi plus tahu tempe sisa semalam yang masing2x hanya tinggal 1 buah. Wah repot nih, kata saya dalam hati. Klo dihidangkan di meja dan anak2x disuruh memilih pasti akan timbul keributan. Tapi klo langsung dipilihkan dengan meletakkannya di piring masing2x, udah hampir bisa dipastikan 11 12 alias sama aja. Akhirnya saya memilih opsi kedua, dengan pertimbangan Naira lebih suka tempe daripada tahu.

Benar saja, Naira protes kenapa dia dikasih tempe, sementara adiknya dikasih tahu (walaupun tempe adalah kesukaannya). Malas rasanya berdebat pagi2x, apalagi untuk urusan sepele kayak gini (dari sudut pandang saya sebagai orang dewasa lho, sementara untuk anak2x, udah bisa dipastikan that this is such a big thing 😆). Akhirnya saya bilang (sambil pasang muka sok bingung 😉), "tempe itu bukannya kesukaan kakak ya. Perasaan semalam juga kakak minta tempe goreng untuk bekal sekolah nanti. Atau mungkin mama yang salah denger mungkin ? Ya sudah klo gitu kita tuker aja ya, tempenya untuk adik, dan kakak makan tahu". "Ga usah, aku tempe aja", jawabnya sambil masih cemberut. "Ga apa2x kok klo mau dituker. Kan tahu juga sama2x enak, untuk mama sih. Klo kakak kan lebih enak tempe ya", lamjut saya lagi. Dia cuma senyum2x doang sambil makan sarapannya 🤣.

O ya, untuk tantangan yang kemarin sepertinya cukup berhasil, karena Naira memang tidak menangis dan ngamuk mencari saya seperti biasanya. Hanya sedikit terbangun minta diselimuti lalu tidur lagi. Alhamdulilah ☺️


Jatibening, jam 10 malam
Dian Meridha Giza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar