Sabtu, 04 November 2017

Get Ready

Assalammualaikum

Tantangan hari ke 3 dimulai pada pagi hari. Hari ini kakak Naira ada acara open day music di sekolah. Kebetulan sejak kemarin sore suami tidak ada, pergi camping. Ini artinya saya yang harus menyiapkan anak2x plus masak untuk sarapan dan makan siang. Naira termasuk susah untuk bangun pagi. Tiap hari suami perlu waktu paling tidak setengah jam untuk membangunkannya tiap hari. Sejak malam hari saya sudah sounding bahwa besok kita harus bangun pagi dan kakak Na harus bantu mama untuk mempersiapkan dirinya sendiri, terutama karena papa yang biasa membantu mama tidak ada. 

Pukul enam pagi anak2x mulai pada bangun, walaupun kemudian mereka masih leyeh2x di kasur, at least berkurang 1 pekerjaan saya, yaitu membangunkan mereka, terutama Naira yang memang lebih susah dibangunkan dibandingkan adiknya. Sambil masak di dapur, saya berteriak menyuruh mereka mandi dan sarapan. Tapi tidak ada yang bergeming, terutama Naira. 2-3 kali tetap saja belum ada yang keluar kamar. Akhirnya saya masuk ke kamar dan mendekati Naira.

"Kakak hari ini ada open day music kan y ? Kakak mau ikut ga ?". "Mau", jawabnya. "Kata miss Sri (gurunya), kakak harus sampai di sekolah jam 8. Sekarang udah jam setengah tujuh. Kakak mau mandi atau sarapan dulu ?", lanjut saya. "Ehm, sarapan", katanya. "Ya udah, sekarang ayo keluar kamar. Sarapannya roti yang mama bikin kemarin". Akhirnya dia keluar kamar dan mengambil sepotong roti manis. Saya kembali ke dapur melanjutkan memasak. 

Ternyata eh ternyata mereka makan roti sambil bermain. Kembali saya berteriak dari dapur agar mereka makan sambil duduk dan menyegerakan untuk menghabiskannya. Teriakan saya bagaikan angin lalu saja bagi mereka. Berulang kali Naira cuma menjawab iya, tanpa ada perubahan. Mereka tetap bermain, bahkan sang roti malah digeletakkan di meja makan 🤦‍♀️. Kembali saya dekati Naira dan bertanya, "kakak jadi ikut open day ga ?". "Iya", jawabnya. "Sekarang udah jam tujuh lewat. Klo kakak main terus nti akan terlambat ke sekolahnya. Apa kita ga usah ke sekolah dan main aja di rumah ?. "Mau ke sekolah ma", jawabnya. "Klo mau ke sekolah, habiskan rotinya", lanjut saya. "Iya", katanya. Lalu mengambil roti di meja makan.

Begitu berulang2x, saya meleng sedikit, mereka brrmain lagi. Dan saya harus mendekatinya untuk berbicara, dibanding sekedar berteriak saja.

Untungnya selesai mandi, acara mbulet tidak berkelanjutan. 

Jalan tol jakarta cikampek, jam 3 sore
Dian Meridha Giza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar